Pages

Tuesday, January 03, 2012

RHINOS SR

(tulisan ini sebenarnya pengen ngupas tentang obat jenis SR, tapi didahului sama curhatan dulu, jadi yang baca sabar ya..hehe)

Tiga hari kebelakang, saya terkena flu (lagi).  Yeah, sebenarnya sih sudah bisa diduga akan terjangkiti virus itu kembali karena hari-hari sebelumnya kondisi daya tahan tubuh memang menurun. Dua-tiga pekan terakhir adalah hari-hari yang sering membawa saya kepada kondisi underpressure. Apalagi di satu pekan terakhir, semua meminta cepat, semua meminta tepat. Sementara tangan saya hanya dua. Partner kerja yang ada hanyalah sebatas kerja teknis, tak mampu untuk diajak melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan konsep/ide. Padahal pekerjaan yang ada membutuhkan banyak ide kreatif. Sangat sangat membuat stress. Apalagi itu akhir bulan, masa dimana pundi-pundi rupiah juga dalam kondisi sekarat.  Akhirnya hari Kamis, grastitis alias maag saya kambuh. Sakitnya minta ampun. Ulu hati kayak ditusuk pake pisau tajam, perut mual, kembung, kaki terasa pegal, dan kepala pusing. Padahal waktu itu juga lagi shaum. Dalam kondisi seperti itu, saya harus siaran malam, karena ada program khusus yang menghadirkan tamu dari luarkota. Kalau maag hebat, makanan tidak bisa langsung masuk. Beberapa kali makanan malah saya muntahkan. Baru pada hari Jumat siang, bisa makan normal. Itu juga langsung beraktivitas seperti biasa, dan waktu itu kalau nggak salah, saya sempat terkena kipas angin yang lumayan kenceng, karena saya punya alergi ya udah langsung deh kena flu.


Flu memang mudah menyerang dalam kondisi daya tahan tubuh lemah. Flu itu cukup menyebalkan, karena kita kemana-mana harus bawa-bawa tissue atau saputangan. Hidung saya yang bagus ini jadi sakit.hehe. Sampai hari Minggu saya tidak terlalu peduli pada flu. Aktivitas berjalan bahkan tambah full, hanya sempat tidur dua jam. Hari Sabtu, saya sudah “melek” dan beraktivitas dari jam 00.00. Sabtu pagi sudah disibukan untuk mencari darah A untuk kepentingan salah satu istri ustadz yang akan operasi caesar. Siangnya jemput adik di terminal dan menemaninya sampai sore. Ba’da maghrib sudah mulai acara Tasmi’ul Quran hingga pagi. Minggu paginya berangkat kondangan ke desa Kemranjen, Banyumas. Ternyata desa Kemranjen itu jauuuuuuuuuhhhh.. Kami menyebutnya negeri antah berantah. Sekitar 1,5jam perjalanan, tapi medannya itu lho, naik turun cukup curam. Punggung ini pegal nggak karuan. Apalagi pas pulang sempat macet motornya nggak bisa diajak nanjak. Oh my…oh my. Siangnya, saya dapet tugas untuk jadi MC di acara SPNI (sekolah pra nikah islami). Itu juga sambil terkantuk-kantuk. Selesai ngemsi, nggak banyak waktu lagi, saya langsung beres-beres dan berangkat ke Tegal bersama adik. Di perjalanan ke Tegal, saya baru merasakan pusing yang hebat. Kepala terasa berat. Sopir bis yang ugal-ugalan membuat pelipis dan tulang mata sebelah kiri sempat terbentur. Arrrgh, pusingnya bahkan masih terasa hingga sekarang. Pas turun dari bis di daerah pasific, disambut hujan rintik-rintik, malah galau. Tiba-tiba saja teringat dengan seseorang. Duuuh..,pengen nangis aja rasanya.  

Setelah di rumah saya baru ngeh untuk segera mengobati flu ini. Sebenarnya obat flu itu simple : istirahat dan makan-minum cukup. Tapi saya jelas saat itu belum bisa bedrest. Sepanjang hari senin agenda padat, mulai bayar listrik, PAM, ketemu teman, dan sorenya harus sudah berangkat kembali ke Purwokerto. Sudah diminta berangkat hari selasa saja oleh orang rumah. Tapi sepertinya nggak bisa. Sepanjang hari saja sudah dapet banyak sms dari Purwokerto untuk urusan ini-itu. Tapi hari Senin itu juga saya sempatkan untuk beli obat. Obat flu yang manjur bagi saya adalah Rhinos SR. Nah, ini kita baru masuk ke inti cerita.hehe.

Rhinos SR itu berbentuk kapsul. Saya kemarin minum ini satu dan paginya langsung sembuh, nggak mampet lagi. Hebat kan??hehe.

Sebenarnya pengobatan flu memang harus sesuai jenis flunya. Karena kemarin flu saya termasuk flu alergi atau bahasa kerennya rintis alergika, makanya Rhinos ini pas banget. Tapi Rhinos juga bisa untuk salesma/pilek termasuk hidung tersumbat, bersin-bersin, rinore, pruritus, dan lakrimasi.


Rhinos ini termasuk jenis SR  (Sustained Release)  atau  teknologi lepas lambat  yang dalam bahasa sederhananya punya efek jangka panjang sehingga kita nggak perlu sering-sering minum obat. Masa kerjanya 12 jam, jadi sehari kita hanya perlu minum obat dua kali saja. Rhinos SR ini merupakan produk dari Dexa yang bekerjasama dengan GSK (GlaxoSmithKline ) yang pusatnya ada di Inggris. Rhinos ini sudah diluncurkan dari tahun 2000 dan diklaim sudah mengusai 33% pangsa pasar untuk kelas terapi nasal.

Ok, sampai disini saya jadi berfikir.., ujung-ujungnya semua ada pada kepentingan bisnis. Selain Rhinos SR, Dexa juga punya produk Glanos SR yang kata Ferry , managing director nya Dexa, obat ini ditargetkan akan meraih omzet 40-50miliar pertahun. Obat-obat yang bagus menjadi komoditi bisnis.

Saya memang cenderung untuk mengambil obat yang langsung kena sasaran. Dibanding beli obat warung yang harus 5-10 kali telan baru ngefek. Belum lagi di obat-obat sejenis itu biasanya mengandung paracetamol. Konon katanya paracetamol punya efek kurang bagus ke lambung. Sementara saya punya maag. Rempong beud dah!.

Rhinos SR memang termasuk obat mahal, tapi sepertinya lebih mahal Glanos. Kemarin saya beli di apotik KF Tegal, untuk satu kemasan Rhinos SR isi 10kapsul, saya harus membayar sekitar 52ribu rupiah. Untuk ukuran obat flu dan ukuran anak kos, itu termasuk mahal.hehe. Tapi kan, efektif, karena efeknya cepat, bisa buat persediaan.

Saya juga suka tampilan Rhinos. Kapsulnya itu transparan dan didalamnya serbuk warna-warni.Unyu-unyu deh. Hehe. Jadi suka makannya. Tadi saya googling, ternyata tidak ada penampakan gambarnya. Nanti saya foto aja deh sendiri.

Nah, kembali ke masalah obat tadi, saya jadi kepikiran. Produk obat itu sekarang bejibun, ribuan, jutaan, bahkan milyaran jenis obat ada di muka bumi. Lepas dari masalah,bahwa ya kita butuh obat, tapi rada nggrentes kalau tahu kepentingan bisnis yang ada di belakangnya. Obat-obat yang bagus itu harganya tidak ada yang murah. Entah sebenarnya apa kandungan yang ada didalam obat-obat murah. Yang harus dimakan berkali-kali. Bayangkan orang-orang yang harus sering minum obat, banyak kandungan kimia dalam tubuhnya. Itu juga belum pasti sembuh. Wah, saya sangat tidak suka dengan bisnis obat-obatan ini. Tapi saya jadi penasaran dan ingin tahu lebih jauh.hehe.

Oke, segitu saja dahulu. Apapun itu, sebelum saya tahu banyak, saya tetap berterimakasih kepada Rhinos yang telah membantu membuat tubuh saya fit lagi di pagi hari ini dan siap beraktivitas seperti biasa. Selamat hari Selasa. ^-^

3 Januari 2012, 8am.
Di meja kerja sudah ada tumpukan “deadline baru” lagi.. Pesanan iklan dan produksi program dengan ketentuan hari kamis harus sudah jadi!! Oh God!!  

Title: RHINOS SR; Written by Shinta ar-djahrie; Rating: 5 dari 5

7 comments:

Ina said...

Makasih nih Mba...cari penguatan untuk Rhinos. Adikku sudah pake juga.

Aimin Yusuf said...

Thanks shinta. ternyata kt pnya msalah yg sama, flu krna alergi. alhmdllh sy jg minum obat ini, baru tw lo hrganya sgitu soalnya sy brobatnya ke spesialis paru. ini br prtama minum, smoga jg bs mngatasi flu yg ckup mnyebalkan ini. selama ini sy djuluki pria bertisu krna saking seringnya trkna flu.

luckymorthen said...

thank,s infonya...
Just share aja... Hari ini aku lg kena flu, mana besok mo Natalan lg... sebenarnya udah dari 2 hari kemarin tp karena lg malas ke dokter dan baru hari sempat mampir di apotik... Pas di apotik aku tanya obat yg bagus untuk flu, sama apotekernya langsung di berikan Rhinos SR. untuk di ketahui aku orangnya ga begitu percaya dengan obat. Setiap aku beli obat, aku googling untuk tau khasiat obat tersebut... thx yah...

Advis99 said...

Saya juga sudah pakai Rhinos, tadinya saya pakai actifed cuma ya itu badan jadi lemes dan ngantuk, kalau minum Rhinos pilek sembuh dan tidak ngantuk serta lemes

Satyabudi said...
This comment has been removed by the author.
Satyabudi said...

Thanks infonya.
Saya juga biasanya klo pilek lgs ke apotik, dan cari Rhinos SR, sayangnya kebanyakan sold-out di apotik dekat rumah saya --"

Akhirnya saya beli alternatifnya, Aldisa SR (isinya krg lbh sama), harga beda dikit bgt lebih murah, dan syukurlah manjur! Baru sekali minum, mampet dan melernya perlahan hilang.

Eky Gunawan said...

Rhinos, hoho jadi inget nih obat ada sejarahnya buat saya.

Seminggu sebelum nikahan, badan saya drop, mungkin karena kecapean ngurusin persipan nikah dan juga cuaca yang emang kurang baik. Alhasil, pilek melanda sampe sehari sebelum hari pernikahan.

Kebayang aja, kalau lagi akad nikah..
"saya terima nikahnya...slurp...slurp.." narik ingus kan, waduh bisa kacau.

Eh ada saudara tawarin obat Rhinos itu, awalnya mencurigakan, permen atau obat, jangan-jangan permen obat-obatan, tapi karena sudah putus asa (sebelumya coba minum warungan) akhirnya hajar deh tuh rhinos, oh iya saya campur minum tolak angin, Insya Allah sih enggak saling timpa.

Dan bener, besok paginya bangun, badan segar bugar dan pilek hilang alhasil akad nikah pun lancar sekali jalan, hohoho...