Mentari masih lumayan terik. Namun kehangatannya tak merusak sensasi segelas jahe susu yang disuguhkan untukku siang tadi. Entah apa yang ada di pikiran ibu Rosidah (40) saat melihatku cukup bersemangat menyeruput jahe susu. Ia mungkin tak tahu bahwa antusiasku pada jahe susu bukan karena haus melainkan sebuah resonansi dari semangat obrolan siang itu.
Ibu Rosidah adalah sepupu dari ibu Nasem (55). Saat siang tadi kami sampai ke kediaman ibu Nasem, kami justru bertandang ke rumah ibu Rosidah —yang lokasi rumahnya berhadap-hadapan-- karena memang beliau yang menyambut. Bu Nasem dan suaminya – pak Mustajab (58)— tak mampu menyambut kami. Jangankan untuk menyambut, berdiri saja sudah tak sanggup . Ya, Pak Mus dan Bu Nasem adalah pasangan suami istri yang kini sedang diberikan cobaan dengan mengalami lumpuh pada sebagian organ tubuh. Pak Mus tak mampu menggerakan bagian tubuh sebelah kiri dan bu Nasem juga hanya bisa duduk berselonjor karena kedua kakinya tak mampu digerakan.
Sekitar tiga bulan lalu, sosok pak Mus adalah laki-laki gagah yang melakoni pekerjaan sebagai penderes nira. Setidaknya tiga tahun terakhir, pak Mus masih menjadi kepala keluarga yang menunaikan tanggungjawabnya. Hingga suatu pagi ketika bangun tidur, tubuhnya tiba-tiba tak mampu digerakan. Ia mencoba berdiri namun malah jatuh terjerembab ke sisi kiri. Sejak hari itulah ia absen sebagai penderes nira. Beberapa pekan sesudahnya, sang istri turut merasakan chemistrypenderitaan suami hingga akhirnya ia pun tak mampu menggerakan kedua kakinya.




