Pages

Showing posts with label kehidupan. Show all posts
Showing posts with label kehidupan. Show all posts
Sunday, July 10, 2011

Huruf 'ain Untuk Seli

(ini postingan lama, tapi belum kupost di blog, karena dalam beberapa minggu kedepan kayaknya mo ketemu Seli dkk, jadi inget note ini jd kurepost di blog.., )^_^

Dea, tata, dan Seli adalah adik-adik baru saya selama kurang lebih dua pekan ini. Dea seorang gadis manis yang sudah duduk di bangku kelas dua SD, sedangkan tata-adik dea- masih bermain di TK “nol kecil”. Selly lebih senior dibanding keduanya, karena dia sudah duduk di bangku kelas lima SD. Bersama ghafra, rafi, dan Sukma, mereka semua adalah adik-adik yang kebetulan saya ajar privat mengaji Al-Quran. Diantara mereka semua, tentu saja Selly yang sudah ada di tingkatan lanjut (sudah Iqra 2). Pertemuan terakhir kemarin cukup memakan waktu lama, karena saya baru mendengar bacaan sally pada rangkaian huruf hijaiyah yang mengandung huruf “’ain”.

Dalam dialek Banyumas, bunyi ‘a lebih familiar dilafalkan dengan bunyi “nga”. Jadi yang akan kita dengarkan bukan ‘a, tapi “nga”. Bukan surat “Al-‘ala” tapi “Al-ngala”. Bukan “Waalaikumsalam” tapi “Ngalaikumsalam”. kata "alamin" jadi berbunyi "ngalamin" . Sebenarnya ini bukan hal baru yang kita dengar. Dalam konteks dialek lain, kita akan mendengar potongan lafadz istighfar menjadi berbunyi “astaghfirullahaladjim”, atau kadang-kadang kita juga mendengar lafadz takbir terdengar “Allahu-ekbar”. Serta banyak contoh-contoh lain yang terjadi dalam masyarakat sekitar kita.

Read more ...
Sunday, May 01, 2011

Kisah Mei (tentang cinta dan kefanaan)

Bahkan hujan pun akan berhenti ketika di bulan Mei. Rancu juga kalau saya menjadi sedikit memuji perubahan iklim yang membuatku merasa berterimakasih atas beberapa hujan yang “nimbrung” di bulan Mei. Setidaknya aku merasa bahwa hujan di hatiku juga tidak sendiri.

Entah kenapa, selalu ada kisah di bulan Mei. Selain bahwa ini adalah bulan dimana dua puluh empat tahun yang lalu aku pertamakali merasakan kefanaan dunia, kini aku baru menyadari segala “hujan bermakna” di bulan Mei.

Kisah yang membuatku merefleksikan setiap Mei adalah rangkaian kisah di tahun lalu. Namun, itu semua membuatku ingin mengumpulkan semua 24 bulan Mei yang pernah aku lewati.

Adalah Mei 2009, yang beberapa hari sebelum masuk, aku sedang menjalani acara tahunan sebuah forum, tempat dimana aku mendapatkan kesempatan untuk bersilaturahmi dan berbagi inspirasi dengan pemuda-pemuda dari penjuru bangsa. Acara tahunan yang selalu menorehkan kesan berarti di setiap peserta dan panitianya. Saya mengumpamakan sebagai ajang untuk merecharge semangat. Sebutlah itu sebagai forum Indonesia Muda. Di salah satu hari dimana saya bertugas sebagai panitia saat itu, ada kantuk yang sangat mendera, dan tak ayal saya tertidur disaat semua sedang sibuk. Di kamar nomor 4 wisma pelatih. Kenapa saya harus mengingat kantuk dan tidur itu? Karena saat tertidur itu saya merasa mendapat mimpi yang tak bisa saya lupakan dan menjadi bertanya-tanya, cemas, dan kecemasan itu terjawab sekitar satu minggu sesudahnya.


Read more ...