Pages

Thursday, November 20, 2008

KETIK REG (SPASI) KADER

Derai hujan menjelang senja menyapa bumi satria. Meningkahi notasi semangat yang terus bergejolak terstimulus oleh rajutan tausiyah siang itu.
” ..... kalau semua kita niatkan untuk Allah, nggak usah mempedulikan ada atau tidak ada kader, banyak atau sedikit kader... insya Allah semua berkah...hati tenang....” (kurang lebih seperti itu kata-kata beliau yang dapat dikutip).

Kata-kata yang bijak. Siang itu nta memang ada janji ketemu sama mas Fatichin, mantan ketua HMI MPO Komisariat Pertanian periode xxxxx (lupa angkatan berapa..he3). Di ruang kerja beliau, di laboraturium pemuliaan tanaman Fak.Pertanian UNSOED, siang itu dengan pede-nya nta masuk lab dengan sandal plus motif smile... padahal siang itu ada para mahasiswa yang sedang praktikum. Jadilah siang itu aku asyik bercengkerama, bertukar ide dengan sesosok yang ramah nan bijak ini. Salut...kagum...dan penuh hormat. Itu yang dapat saya ungkapkan kepada beliau. Mungkin beliau bukan orang yang luar biasa.... tetapi beliau adalah orang-orang biasa yang berfikir luar biasa dan melakukan hal-hal yang luar biasa. Kata-kata beliau lah yang masih terpatri dala jiwa saya...waktu pelantikan pengurus komisariat dulu, beliau berpesan ” Niatkan segalanya untuk cari Ridho Allah...kalau dapet kader atau banyak peserta anggap saja itu adalah bonus... kalo nggak ada ya nggak papa yang penting adalah usaha dan niat kita... ” Kurang lebih seperti itu.

Itulah ruh perjuangan yang saya rasakan di HMI MPO. Saat ini saya miris dan prihatin melihat kondisi pengkaderan yang ada baik di HMI maupun organisasi lain. Bagi saya, pengkaderan adalah kata lain dari ”pendidikan”. Namun kini nampaknya pengkaderan yang ada justru terbatasi oleh perspektif pencarian massa. Proses transformasi sebuah pemikiran tidak tercapai dengan optimal. Lihat saja sekarang training-training kader yang dilakukan. Untuk bisa menjadi kader, cukup dengan ikut training dua hari, bahkan ada juga yang tinggal isi formulir saja. Orientasi yang ada sekarang adalah pengklaiman anggota, pencarian massa. Internalisasi yang seperti apa yang akan dilakukan dalam waktu kayak persami aja (cape deh..) . Ada lagi yang udah isi formulir udah dianggap sebagai member, lama-lama keanggotaan bisa dilakukan dengan sms, dengan ketik REG (spasi) KADER .

Udah gitu, dengan peserta yang bejubel, semua disatukan dalam satu ruangan..udah kayak seminar aja deh. Belum lagi kalo pesertanya nyampe diatas 50 orang, Wah..udah kayak pengajian akbar aja deh tuh. Apa sebenarnya tujuan dari training-training kader speerti itu??? Mo cari massa??? Masa sekarang antar organisasi hanya dapat bersaing dan berbangga diri melalui jumlah kader.

Kalau melihat fenomena seperti itu, apa bedanya dengan lembaga-lembaga pendidikan / universitas saat ini yang hanya dapat menyedot mahasiswa sebanyak-banyaknya dengan harapan bisa dapat rupiah yang banyak. Kalau di ormas berarti cari masa sebanyak-banyaknya biar bisa dimobilisasi sewaktu-waktu. Kalau di kampus itu namanya komersialisasi pendidikan, dengan tujuan uang, sedangkan di ormas tujuannya adalah alat politik.

Dulu waktu di PII, saya ikut BATRA (Basic Training) itu satu minggu dan peserta yang banyak dibagi dalam beberapa lokal, tiap lokal nggak lebih dari 10 orang. Bukan mempermasalahkan waktu dan jumlah orang..tetapi secara logika ketika kita menyelenggarakan LK dengan pandangan bahwa LK merupakan sebuah training yang mampu menjadi wadah pembelajaran bagi para calon-calon kader (saya lebih suka menyebutnya dengan calon pemimpin daripada menggunakan kata ”kader” , maka segalanya harus terkurikulum. LK merupakan alternatif pendidikan yang "membebaskan" bukan "doktrinasi" apalagi "perekrutan massa".
Mencari ormas/ organisasi ekstra kampus yg tidak ditunggangi gerakan politik sekarang susah. Gerakan yang ada diarahkan oleh garis politik tertentu.

HMI yang memiliki tujuan untuk terbinanya mahasiswa Islam menjadi insan ulil albab yang turut bertanggungjawab pada terbentuknya baldhatun thayibatun warrabun ghafur... kini juga nampaknya perlu merefleksi perjalanan yang telah dilakukan. Politik hanyalah sebuah alat saja...salah satu jalur perjuangan yang dapat kita tempuh. Kalau jalanannya becek (nggak ada ojek...) dan kalau kita tetap menapakinnya..cipratan lumpurnya akan nempel kemana-mana membuat noda dimana-mana. Lebih baik kita coba perbaiki jalanan becek itu... dengan memperbaikin pondasi aspalnya. Dengan mereparasi saluran air...sehingga kalau hujan, airnya tidak menggenang kemana-mana. Jalanan kita hijaukan jadi nggak becek dan berlumpur disaat hujan. Berfikir dan bertindak cerdas...itu adalah karakter pemuda-pemuda Islam (khususnya) yang belajar di wadah pergerakan mahasiswa.

Mari kita bersama-sama benahi sistem pengkaderan di wilayah masing-masing, tiap ormas memiliki tujuan luhur...memiliki cita-cita suci... jangan nodai itu semua dengan kepentingan politik yang pragmatis.





Special thanx to : Kanda Fatichin dan sekeluarga,semoga selalu dalam lindungan Allah. Terimakasih atas segala nasihatnya mas….selamat berjuang mencari ilmu di negeri seberang sana (pekan depan mas Fatichin ini akan berangkat ke Jepang menjalani studinya..beliau mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi..mohon doa dr semua!! Good luck and Keep in touch!!!^_^ )
Read more ...
Wednesday, November 12, 2008

BERANGUS HEDONIS KAMPUS!!!!


Musim pancaroba yang sudah kita lalui memang rentan menyisakan berbagai gangguan penyakit. Yup, ntu karena merupakan proses transisi kali ye??!! Banyak contoh disekitar qta nieh yang nunjukin kalo yang namanya proses transisi itu kadang bikin sakit dan parahnya lagi kadang dimanfaatkan oleh beberapa orang (oknum). Sama aja donk kayak waktu kita transisi dari putih abu-abu ke mahasiswa. Banyak proses yang kita lalui…ada sakit ..ada susah. Tapi emang proses yang kita lalui itu bisa bikin kita dewasa juga. Ibarat body nieh, itu bisa menjadi “stok” imunitas bwt qta. Tapi itu juga tergantung, bisa nggak kita membaca dan memaknai proses yang dilalui itu. Kalo cuma dilalui gitu aja…nggak dimaknai ya sama aja boong. Cuma dapet penyakitnya aja tapi kagak dapet imunitasnya. By the way..anyway…busway… transisi kita dari pelajar ke mahasiswa udah kita lalui dengan yang namanya masa orientasi alias ospek alias osma. Diakui atau nggak..banyak hal yang buat sakit juga untuk melalui proses transisi itu. Masalahnya kita nggak bisa ngebaca itu semua. Sekarang sieh OSPEK udah kelar…dan rencananya nieh ada follow-up yang diberikan. Bakalan ada gawe yang namanya “Welcome Party”. Harafiahnya ya pesta selamat datang kali ya??

Sob, inget nggak beberapa waktu yang lalu..waktu sang dedengkot Amrik datang ke Indonesia?? Yup, waktu Bush dateng ke negara kita yang elok gemah ripah loh jinawi ini. Bisa dibilang persiapan yang dilakukan adalah sebuah penyambutan…. sebuah “welcome party” juga. Apa yang jadi reaksi rakyat Indonesia waktu itu? Protes?? Of course… Ya iyalah..masa ya iya donk… Gila mampuz tuh, penyambutan bisa nyampe ngeluarin dana bermiliyar2 rupiah!!

Bukan bermaksud menganalogikan alias menyamakan Bush dengan mahasiswa baru. Tapi kesamaan yang bisa kita ambil disini adalah “semangat hedonisme” yang ada baik di pemerintah Indonesia atau “pemerintah” mahasiswa sastra disini (especially for organizing commite of Letters). Kita sama aja dengan orang yang menganggap segalanya harus dipersiapkan dengan “wah”…dan tanpa memperhatikan contents. Bush disambut dengan sedemikian rupa…dengan mengedepankan “wah”nya kita. Hasilnya, contents dari pertemuan itu toh cuma dijadikan salah satu penghias notulensi kenegaraan!!! Pemerintah qta cuma bisa mikir kira-kira apa nieh “kemasan” yang hebat tapi nggak mau pusing mikirin “contents” yang hebat. Nggak beda mbok dengan qta??? Welcome party mungkin bagus ketika kita pake sudut pandang itu merupakan ajang ekspresi seni, unjuk bakat, saling menjalin persaudaraan juga. Tapi, please…sejenak kita mikirin…apa itu yang emang bener-bener dibutuhin sama kita sekarang guys???!!!


Dari mana duit buat welcome party?? Dari surplus OSPEK kemaren (denger-dengar sieh sampe menginjak angka beberapa jeti). Dari mana sieh duit OSPEK itu??? Sebagian besar tentu aja dari duit temen-temen mahasiswa baru 2008 n disokong juga sama POM and sponsor. Itu pure!! Dan itu merupakan dana yang dipertanggungjawabkan untuk OSMA…untuk sebuah proses transisi mahasiswa yang bertajuk Letters..dengan harapan OSMA ini bisa melahirkan para pemuda yang berjiwa pemimpin (salah satunya). Berat mbokzz tanggungjawabnya???!!!. Sebuah hal yang harus diingat dan dicamkan juga bahwa panitia itu bukan bertanggungjawab untuk menghabiskan “anggaran” tapi bertanggungjawab memanfaatkan anggaran dengan sebaik-baiknya. Cuy, sekarang kalo diinget-inget..waktu OSMA kemaren…yang ditekankan adalah penghematan dan penghematan mulu!!! Konsumsi pengen kasih yang bergizi tapi lagi-lagi dibenturkan dana. Semua divisi panitia ingin memberikan yang terbaik…tapi dibenturkan lagi masalah dana. Sebenarnya apa emang dana itu nggak ada sama sekali??? Seberapa melarat-kah kita???atau cash flow-nya aja yang nggak diatur bener???!!! Toh di akhir cerita..ternyata kita surplus dana lumayan banyak..dan dengan alih-alih memanfaatkan sisa dana, kita ngadain welcome party!! (sakit kali ye??!!). Mungkin ibarat peribahasa…bersakit-sakit dahulu..bersenang-senang kemudian…(berarti beneran “sakit” donk ya??!!). Cuy, ternyata yang melarat bukan cuma materi kita..tapi juga mental kita udah melarat semua!!!

Berbeda kan kalo dari awal kita emang bisa memperhitungkan anggaran yang ada. Semua dikerahkan dengan optimal! Masalah welcome party itu bukan sebuah hal yang “fardhu ain”. Panitia itu pembawa amanah misi OSMA..dengan tema yang begitu perfect. Ok, apresiatif dengan segala kelelahan dan pengorbanan yang semua divisi panitia lakukan. Salut buat mereka. Kita juga yakin kalo itu semua ikhlas… Nah, tinggal bagaimana kemudian kita juga mengorbankan “pemikiran”..seperti apa sebenarnya yang perlu kita lakukan.

Cuy, kalo emang kita surplus…masih banyak hal yang bisa kita lakukan. Liat organisasi yang ada sekarang di kampus. Sekre dibiarkan terlantar… tanpa ada pembenahan baik materi ataupun nonmateri. Beberapa kali diingatkan..bahwa semua bisa diurus… Bahkan terakhir konsultasi dengan dekan…untuk kebutuhan kesekretariatan dan lain-lain..bisa diusahakan. Nah lo, sampe sekarang apa yang kita kenal dengan sekre??? Kecuali TEKSAS, sekre dibiarkan terlantar. Boro-boro ada computer… struktur organisasi aja kagak ade non!!!

Kembali muncul pertanyaan, sebenarnya buat apa sieh organisasi itu ada??!!!(Ini sudah menjadi pembahasan waktu acara praPEMIRA bareng pak Dekan). Kalo cuma buat ngumpul-ngumpul doank…nggak usah di organisasi… mending di Ekasari aja!! Salut buat HMPS Sasindo yang berhasil memberikan beberapa kegiatan yang “menggebrak”. ICOOL yang sudah berusaha mewarnai kampus. Hudec yang mencoba eksis dengan beberapa aktivitasnya… So, yang laen gmna bu???

Beberapa kali sudah coba diingatkan…kalo kita butuh semacam “training organisasi”. Dari semenjak munculnya organisasi yang ada di kampus ini, belum ada sama sekali yang mengadakan “latihan kepemimpinan” atau pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan oleh orang-orang yang akan menggerakan organisasi (kecuali Mapatra, TEKSAS dan ICOOL). Kita mo berorganisasi tapi kita nggak punya ilmunya…dan lebih parah lagi, kita nggak mau mencari ilmu-nya. Disini ironis sekali yang terjadi, orang-orang yang sudah berpengalaman dalam organisasi justru masih merasa kurang mampu dan ingin belajar banyak untuk organisasi. Presiden BEM UNSOED saja pernah merasa minder untuk memberikan sebuah materi keorganisasian, tapi disini….dengan pengetahuan kita yang minim tentang organisasi, kita masih sempat-sempatnya “songong” obral organisasi. Tapi saya tetap salut buat presiden HMPS Sasindo yang waktu awal terpilih masih mau bertanya dan belajar “sebenarnya berorganisasi itu bagaimana sieh???” . Ada kemauan untuk belajar disana. Kita akui, kita juga belum sempurna…kita masih belajar..tapi permasalahannya kita itu nggak mau belajar.

Dihubungkan dengan masalah money tadi, apa salah kalo kita coba sisihkan juga untuk membangun “mental organisasi” kita. Kalo kita ngomongin history-nya “welcome party” , itu muncul saat OSMA 2006, saat Saudara Kuat yang menjadi Ketua panitia. Welcome party bukan bagian dari OSPEK tapi merupakan kepanitian tersndiri diluar panitia OSPEK dan dilakukan setelah panitia OSPEK dibubarkan. Waktu itu landasannya adalah merasa harus memberikan sesuatu kepada maba yang udah bayar OSPEK sebesar (kurang lebih) Rp 75.000,00. Itupun panitia welcome party harus ikut turut rembug dalam hal pendanaan. Yang perlu ditekankan adalah, bahwa welcome party bukan bagian dari OSPEK apalagi sebuah hal rutinitas yang harus diwajibkan tiap tahunnya. Logikanya, bertambah tahun harusnya kita bisa melakukan yang lebih baik lagi.Bukan sekedar ngikut aja yang dulu. Sekarang kita harus bisa membaca realitas yang ada..apa yang kita butuhkan. Ketua angkatan sudah terbentuk… HMPS ada..itu bisa kita lakukan dialog antar angkatan..sharing dan rembug untuk membicarakan apa yang ada dan apa yang kita butuhkan. Kalo mo ngadain acara-acara semacam party, buat kepanitiaan sendiri…buat konsep acara sendiri dan usahakan sendiri..itu lebih fair!!!

Satu hal lagi mengenai dana OSPEK juga yang menjadi “dana utama” welcome party…dan itu unsurnya adalah dana POM. Apa sieh dana POM itu??itu duit babe-nyak kita yang turut “disumbangkan” buat kampus kita ini. Problematika mengenai POM ini udah berulangkali dibahas. POM merupakan salah satu bentuk dari komersialiasi pendidikan. POM menjadi sebuah masalah yang tak kunjung padam. POM yang dimunculkan dari tahun 2005 itu selalu menjadikan mahasiswa sebagai sapi perahan. Bahkan di FISIP sempat ada komitmen untuk tidak mengakses dana POM sebagai sebuah keprihatinan pada komersialisasi pendidikan yang sedang berlangsung. Nah, disini kok malah mahasiswa juga jadi ikut-ikutan nyungsep ke pemerasan itu. Bukan dimanfaatkan ke hal yang baek..tapi malah buat party-party kagak jelas. Asal tau aja, gara-gara alokasi POM untuk OSPEK yang terhitung lumayan, beberapa kegiatan laen jadi terkena imbas-nya dengan tidak mendapatkan alokasi dana POM, sebagai contoh yaitu kegiatan talkshow sastra Ramadhan lalu yang dianggap tidak lebih penting daripada OSPEK. Ini juga pertanda adanya “keburukan” perencanaan di tubuh POM. Tidak ada arahan yang jelas, perencanaan yang jelas juga. POM itu bukan gudang uang…tapi pengelola uang juga. Inilah proses transisi yang harus kita baca dan maknai non!! OSPEK yang “begitu-begitu aja”, welcome party yang salah kaprah, penggunaan dana yang nggak aspiratif, POM yang masih menyisakan banyak persoalan, dan masih banyak lagi yang harus kita baca.

Khusus untuk welcome party, itu merupakan pertanda hedonisme yang sudah masuk ke wilayah intelektual yaitu kampus. Hedonisme yang identik dengan kemewahan nggak genah masih harus merasuki kampus sebagai wahana intelektual para penerus bangsa. Hedon nggak hedon itu emang pilihan, cuy!! Tapi nggak bisa juga kalo pake atas nama kolektif disini apalagi pake duit orang banyak!!!


Tulisan ini bisa dikses di www.ntacaholic.co.cc

Untuk menghargai kedewasaan teman-teman, ruang diskusi tentang hal ini dibuka selebar-lebarnya tidak dengan aksi corat-coret atau disobek-sobek. Silahkan tuangkan pendapat anda di selebaran lain, di comment box www.ntacaholic.co.cc atau silahkan kita diskusi tatap muka langsung. Terimakasih.

Read more ...
Friday, November 07, 2008

Jilbabquw Chayanx... (to : all muslimah)




“Mbak Shinta….alow….” sebuah sapaan renyah reflek menghentikan langkahku saat pagi itu di perjalanan menuju studio Mafaza FM untuk rutinitas siaran. Tepat di tikungan depan program studi Bahasa, sapaan itu memanggilku. Seorang gadis manis, dengan rambut terurai sebahu, memberikan senyumnya yang paling manis padaku. Senyum manis itu dilanjutkan dengan langkah-langkah agak lari kecil menghampiriku untuk sekedar mengungkapkan rasa sayang dengan berjabat tangan dan cipika-cipiki. Sama seperti pada “adik-adik”ku semua… tentu saja aku sambut jabat tangan dan balasan sanyum yang paling manis pula serta disertai beberapa percakapan basa-basi.

Setelah ritual sapaan itu, dan si gadis manis itu bernjak pergi, aku baru teringat siapa dia. Salah satu adhe’ku yang masih fresh graduate di Mafaza (Masjid Fatimatuzzahra). Mungkin sikapku terlihat agak “keterlaluan”. Dari cara dia bertegur sapa, terlihat kita cukup dekat. Ya, memang dia salah satu “adik”ku di Mafaza, tapi pagi itu aku tak mengenalinya dengan langsung. Yup,ternyata memang ada yang membuatku bersikap seperti itu. Pagi itu tentu saja aku pangling sama si “adhe”, secara…dia nggak pake jilbab.

Kejadian seperti ini sebenarnya sudah sering aku alami dan kadang aku merasa kesal sendiri. Setidaknya mereka membuatku agak “berfikir” lagi untuk mengingat-ngingat “Siapa sieh lo???” . Yang aq kenal mereka adalah muslimah dengan jilbab sebagai identitasnya, so ketika identitas mereka dilepas…wajar donk kl aq jadi lupa.

Dipikir…direnungi….diliatin…dan dimacem-macemin….aku kok jadi bertanya sendiri, kok bisa ya sekarang dengan mudah temen-temen muslimah pakai dan buka jilbab. Pernah aku dianggap sombong oleh salah satu teman seangkatan saat kita ada acara study pustaka di luar kota, pasalnya aku nggak menyapanya sama sekali. Suer, hal itu bukan karena aku segan atau sombong, tapi aku tidak mengenalinya, aq pangling dengan penampilannya dengan rambut tergerai dan baju sempit sementara aku mengenali kesehariannya di kampus dia menggenakan jilbab yang anggun. So, salah gue gitu??? (he3)


Mungkin orang bisa bilang “ ya udah sukur mau pake jilbab…drpada kagak pake??”. Yeach..ketika menggenakan jilbab dengan diksi-diksi “daripada” dan berjilbab itu merupakan salah satu “perintah” (saya lebih suka menyebutnya dengan “kebutuhan”), maka perlu dipertanyakan kembali kepada diri kita masing-masing mengenai esensi dari jilbab itu sendiri.

Gals, kalo jilbab itu adalah salah satu bagian dari pakaian untuk menutup aurat kita, berarti bukan hal yang aneh donk kalo suatu saat kita juga membuka celana (maaf) atau baju kita alias telanjang sebagian???!!! Yup, telanjang partial!! (akhirnya w temukan juga tuh kata-kata…he3).

Jadi inget nieh, waktu SMA dulu saya pernah iseng ikutan “Quiz” di Radio. Kalo nggak salah, sampe sekarang quiz itu msh ada..model quiz-nya dengan pertanyaan2 “uniq dan menggelitik” yang hadiahnya berlipat setiap harinya jika belum terjawab. Nah, waktu itu pertanyannya “ Kenapa Batman selalu pake topeng??”. Sampe hampir satu minggu, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu. Waktu itu ada yang jawab “ karena buat nyamar”… “ Karena takut ketauan”…”karena wajahnya jelek”… “kerana biar sama kayak ‘walet’ “, “Karena trend mode…” .. dan jawaban-jawaban lain yang kreatif-kreatif. Akhirnya aku mencoba menjawab dan ternyata hasilnya benar (wah..lumayan tuh waktu itu hadiahnya nyampe hampir stngah jeti bo!!!). Jawabanku simple : “Karena topeng itu udah satu paket sama kostumnya…”. Jadi identitas Batman yang kemudian terungkap dalam symbol pada kostumnya adalah bahwa Batman tidak akan membuka topengnya karena itu memang sudah satu kesatuan sebagai kostumnya. Batman merupakan tokoh yang memiliki jatidiri sebagai pahlawan pembela kebenaran, yang melakukan keberpihakan pada kaum lemah, salah satu sikap pahlawan itu adalah ketika melakukan sebuah kebajikan maka dianalogikan tangan kanan yang melakukan..tangan kiri tidak mengetahui. Untuk menghindari sikap riya, ujub, dan lain-lain...jiwa kepahlawanan itu tertuang dalam symbol di kostumnya, bahwa Batman memerlukan kostum yang membutuhkan topeng. Topeng itu bukan karena trend…atau karena ingin menyamar… Tapi sebagai salah satu bentuk jiwa kepahlawanan. Topeng itu juga bukan sekedar sebagai “bagian” dari penutup anggota tubuh. Belum ada ceritanya Batman waktu terbang lupa pake topeng…atau sengaja ketika musim panas…dia melakukan tugasnya sebagai superhero tanpa topeng.

So, gals, ketika kita pake jilbab, apa sebenarnya identitas diri yang terpatri dalam jiwa kita untuk kemudian tertuang dalam cara berbusana kita. Seorang muslimah metinya memhami tanggung jawab hidup ini..peran-peran manusia di muka bumi. Kita diidupin bukan bwt jadi brandingnya para pengusaha ‘jilbab’,cuy!! Tujuan kita diberi napas…bukan bwt menghidupi proses kreatif dalam aneka ragam produk jilbab. Justru sebaliknya, industri jilbab itu adalah menjawab kebutuhan kita akan jilbab, kebutuhan kita akan pakaian. Jilbab itu pakaian bukan acsesoris bu!! Beda lagi sama bandana, wig, iket rambut, or accesoris-accesoris laen jeng!!! (Ups, kayaknya paragraph ni ngelantur deh…)

Nah, sederhananya nieh..kalo emang kita memahami nie hidup bwt beribadah..dan beribadah itu berkonsekuensi pada melakukan segala yang terbaik. Bahwa kita melakukan peran-peran ibadah dalam aktivitas sehari-hari, serta kita telah mampu mengenali bahwa kita itu perempuan yang sama seperti laki-laki memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Ciri khas itu kemudian bisa membawa sebuah stigma bahwa perempuan itu menggoda, so perlu adanya protect…soalnya kalo nggak di-protect tuh…peran-peran manusia dalam menjalankan tanggungjawabnya bisa rusak. Nah, makanya nieh salah satunya perempuan disuruh pake jilbab. Sebuah protect dan sebuah identitas bagi seorang muslimah. Gelar “muslimah” itu nggak sederhana sob!!! Bukan sekedar karena kita cewek trus KTPnya Islam berarti itu muslimah (itu mah pengertian secara bahasa arab aje….).

Setalah nulis muter-muter kayak gini nieh…intinya, tetepin diri kita sebagai muslimah…kalo Islam emang jadi pilihan kita. But, its no problem sieh..kalo emang kita itu dalam sebuah proses…tapi juga bukan proses yang mengalir gitu aja… ibart kita lagi bikin film nieh…. Scenario itu butuuh improve actor coy!!! Script itu bukan benda mati yang kita pake gitu aja…tapi script adalah sebuah hal yang dinamis yang perlu kita improve..jadi proses kita jadi lebih hidup… bikin hidup lebih hidup!!!!

Intinya lagi tuh… nta prihatin banget kalo ngliat temen-temen muslimah pake jilbab-nya nggak jauh beda sama jilbabnya anak kecil… kalo lagi ke kampus doank dipake… kalo lagi acara tertentu aja dipake. Nggak salah kalo nta nanya “ Siapa sieh lo???” soalnya secara nggak langsung mereka telah menunjukkan bahwa mereka belum mengetahui jatidir mereka sendiri… pakaian hanya sekedar dijadikan penutup aja, pelengkap aja. Coy, qta udah gede!!!masa mo kayak anak kecil trus???


Udah ah segini dulu…kapan-kapan disambung lagi…

7 november 08, Pagi-pagi di sekre cabang (pagi ini beda cuy…sekre rapi jali...jadi keliatan segaran dikit. he3)
Read more ...
Tuesday, November 04, 2008

Kadek Indah S ....... in Memoriam...

Kadek Indah S… In memoriam.

Sahabat, teman, saudariku….

Senin sore kemarin tak pernah disangka mejadi hari yang naas untuk Kadek Indah S, teman, sahabat, saudari kami tercinta. Kini tak ada lagi keriuhan yang biasa ditimbulkan oleh Kadek, yang khas dengan celotehan logat bayumasanya. Kini tak ada lagi guyo-guyon segar di kelas kami. Kami telah kehilangan seorang gadis periang, hitam manis, Kadek Indah S.


Ada perasaan getir medengar kisah di akhir kehidupan almarhumah Kadek. Senin (03/11) kemari, saat senja mulai gelap, bersama rekanya Ovi, Kadek menjalankan motornya kearah utara. Saat melintasi apotik kimia farma, di Jl.Jenderal Soedirman Timur, sekitar 100m dr kampus sastra UNSOED, dari arah belakang melintas Truk gandeng. Kadek sudah menyadari ada truk gandeng, secara refleks dia bergerak mudur memberika jalan pada truk. Namun, nampaknya Kadek tak menyadari itu sebuah truk gandeng, ketika bagian depa truk sudah lewat, Kadek kembali menuju ke tengah jalan, malang tak bisa dihindar, tubuh terpental jauh, dan menurut saksi mata tubuh Kadek sempat terlindas truk.

Kejadian itu terlalu cepat. Teman-teman satu kelas yang diberi kabar langsung meyusul korba ke RS.Margono, Banyumas. Saya sendiri tak dapat menemani almarhumah di detik-detik terakhirnya. HP saya sedang menagalami kerusakan software, dan sms duka baru saya buka keesokan paginya setelah siaran. Sejuta kesediha menggelayut. Sosok Kadek memang tidak terlalu akrab dengan saya. Namun, beberapa moment manis pernah kita lewati bersama. Setidaknya, kami di kelas C, sudah seperti keluarga dan Kadek merupakan bagian yag tak dapat dipisahkan dari kelas C.

Teriring doa semoga arwah almarhumah diterima disisiNYa, diampuni dosa serta khilafNYa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Kadek…walaupun secara jasadiyah telah meninggalkan kami, ingatan kami tentang manisnya sosokmu tak dapat terhapuska dari benak…selamanya!!!!
Innalillahi wa innalillahi ro’jiun.


Nb : Teriring doa juga untuk almarhumah Erna S, mahasiswi sastra angkatan ’08 yang hari MInggu malam lalu (2/11) bersama ibundanya mennjadi korba tabrak lari di ds.Sokaraja.

Read more ...

BURJO resto


Tulisan ini special dipersembahkan boeat : sobatquw Tania alias “Tance” , juga special boeat mas burjo Mirasa dan semua pemilik warung burjo di purwokerto. Luv u all….

Udara dingin dini hari kota Bandung terasa hingga menusuk tulang. Perjalanan dari terminal Cicaheum ke Kampus UPI-Ledeng ternyata lumayan panjang dan berkelak-kelok. Kunikmati perjalanan, terguncang-guncang di angkota yang hanya dinaikin ole tiga penumpang. Yeah…maklum, ini kan masih jam tiga pagi..he3.

Suasana sangat lengang ketika kujejakkan kaki di depan kampus UPI. Agenda studi pustaka akan dimulai pukul 08.00 nanti. Serasa bagpacker aja kalo kayak gini. Menyusuri jalan kota Bandung sendirian. Beberapa agenda diluar kampus mengakibatkan aku nggak bisa turut rombongan kampus untuk melakukan Study Pustaka ke UPI-Bandung. So, harus berangkat sendiri deh.

Sebuah pondok terlihat terang diantara perumahan laen yang masih nampak gelap gulita. Wah..ada warung buka tuh!!! Kebetulan ingin menggenapkan puasa syawalan, jadi ada baiknya saur dulu. Ternyata warung yang masih “stay tune” itu pondok burjo (bubur kacang ijo) yang juga menyediakan menu mie instant.

Sambil menunggu si ‘aa menyelesaikan “ekspresi”nya membuat mie rebus….aq teringat pada kenangan-kenangan di warung burjo. Di dekat masjid , ada sebuah warung burjo juga. Kalo setiap AHad pagi, setelah kajian keputrian, biasanya aq dan Tance nongkrong disitu.
“Cui…laper nggak?makan yuk!!”
Aq tersenyum sendiri kalo inget si Tance. Deuh…kangen nieh bu!!!kapan ya qta nggak sibuk???!!!

Yup, Warung BURJO MIRASA jadi salah satu tempat ningkrong favoritku, selain sama Tance, kadang juga sama Rina (aq kangen kowe jeng!!!). Menu yang paling digemari itu tempe goreng. Disini tempe goreng-nya special. Apalagi kalo tinggal di purwokerto yang terbiasa dengan tempe goreng dengan “style” mendoan”, diaini akan merasakan “sensasi” tempe goreng yang beda (lebai nggak sieh??). Yup, kadang aq agak bosan juga dengan mendoan…pengen ngrasain tempe goreng yang kering, yang biasa aja selayaknya teme goreng yang laen (he3). Sekedar promo aja, selain tempe gorengnya yang lezat, bubur kacang ijo di warung ini juga oke punya. Jadi ketauan kenapa aqu n tance suka ngendon disini.

Nongkrong di warung BURJO emang mengasyikkan. Suasananya yang sederhana dan terbuka membuat kita bisa berinteraksi langsung dengan yang ada disitu, baik penjual maupun pengunjung. BURJO ini kan salah satu warung fastfood juga. Emang sieh..agak-agak nggak bergizi karena menyediakan mie rebus. Aq sendiri jarang makan mie instant disini, lebih tertarik pada bubur kacang ijo-nya atau ya itu tempe goreng-nya. Suasanya sangat merakyat. Aq dan Tania suka ngobrol panjang lebar disini, sampe nggak kerasa harus berangkat ke kampus…he3, dan kadang dengan seenaknya si Tania bilang “ Lo bayar dulu ya Ta!!” Kalo udah kayak gitu, cuma ada cengegesan aja yang tersungging di wajah si Anak Item itu. Sob, sumpah, gw kangen banget sama lo!!!

Warung fastfood burjo, menjadi salah satu alternatif tempat makan ditengah-tengah maraknya restoran atau rumah makan yang sebenarnya lebih menjual gaya hidup disbanding menjual makanan. Gaya hidup hedonisme yang disuguhkan melalui rumah makan siap saji atau fastfood, yang memberikan kesan “keren dan elegan” bagi siapa saja yang makan didalamnya. Tanpa terasa pengunjung dibius dengan budaya-budaya yang dijiwai oleh semangat kapitalisme.

Tapi tulisan ini nggak pengen membahas banyak mengenai “teror budaya” melalui menjamurnya restoran disekitar kita. Penghargaan yang setunggi-tingginya untuk eksistensi warung BURJO. Warung BURJO memberikan sensasi lebih buat para kuliner yang menginginkan kesederhanaan, kenyamanan, serta ekonomis. Yup, kalo diliat dari harga, tentu saja warung BURJO punya nilai lebih. Disini nggak ada harga yang lebih dari lima ribu (saya sudah membandingkan harga warung BURJO di Purwokerto, Bandung, Jakarta, dan Jogja).

Untuk lingkungan mahasiswa, kehadiran warung BURJO memang sangat bermafaat, apalagi disaat kodisi kantong lagi kempes.he3. Tapi pengunjug warung burjo teryata juga dari berbagai kalangan , mulai dari aak gedong yang uang bulanannya hampir meyamai gaji pejabat sampe kaum mustad’afin yang punya PMDK (Program Makan Dua Kali). He3.

Disini memang benar-benar ekonomis. Disini kita masih bisa dapetin harga gorenga yang masih gope alias lima ratus rupiah. Disini kita masih bisa dapatkan es teh dengan harga Cuma seribu. Disini kita bisa maka kenyang dan bergizi dengan bubur kacang ijo dan ketan item. Disini kita bisa bertemu sapa dengan teman-teman dan ngobrol santai tentang apapun. Disini kita bisa bertukar ide, debat warung burjo, dan bisa sekedar melepas stress.

Walaupun kadang masih agak ragu untuk masuk ruang burjo kalo lagi sendirian. Image-nya blum enak, akhwat nongkrong di warung burjo. Yeah…dipikir-pikir daripada nongkrong di mall!! (lho???!!!)he3.

Buat sobatku Tance, kappa qta nongkrong-nongkrong lagi di Burjo dan angkringan??? Sambil sesekali berdiskusi tentang program-program keumatan…tentang fenomena aktivis…tentang kita…dan tentang cinta…………

God Bless U!!!

Salam buat para pemilik warung burjo…semangat!!!!




Read more ...

Recently Aborigin

Tiga belas Februari 2008 silam, perdana menteri Australia Kevin Rudd resmi meminta maaf kepada masyarakat Aborigin atas kesalahan pemerintah berupa ketidakadilan historis dan perampasan generasi selama abad ke-20. Ini merupakan sikap yang terlontar setelah proses yang berjalan sekitar belasan tahun. Sebagai penduduk asli, memang tak dapat dipungkiri bahwa masyarakat Aborigin selama ini telah mengalami “kenyataan sejarah” yang pahit. Masyarakat Aborigin merupakan penduduk Australia yang telah mendiami benua Australia dari sekitar +50.000 tahun yang lalu. Perkembangan Australia yang telah mengakibatkan banyaknya para imigran masuk berkonsekuensi pada terciptanya interaksi antara mereka (Suku asli dan pendatang).

Para pendatang pertama dari Inggris tiba pada tanggal 26 Januari 1788. Mereka adalah para tahanan yang dikirim ke sini sebagai hukuman atas kejahatan mereka, para pelaut dan tentara. Banyak lagi tawanan dan pendatang bebas yang terus berdatangan dan sampai tahun 1859 ada lima koloni baru disamping New South Wales – Tasmania, Australia Barat, Australia Selatan, Victoria dan Queensland.
Orang-orang berdatangan dari seluruh pelosok dunia ke Australia dan sampai tahun 1861 jumlah penduduk Australia hampir mencapai 1.200.000. Banyak imigran yang datang untuk mencari emas setelah emas ditemukan pertama kalinya pada tahun 1851, termasuk mereka yang datang dari Cina dalam jumlah yang besar. Pada pertengahan kedua dari abad 20, lebih dari 5.000.000 orang bermigrasi ke Australia. Sekarang sekurangnya 41% dari penduduk Australia dilahirkan baik di luar negeri atau anak dari pendatang yang dilahirkan di luar negeri. Lebih dari 140 negara membentuk populasi Australia yang sekarang berjumlah kira-kira. 19 juta.


Fakta sejarah mengatakan bahwa perkembangan diamika kependudukan di Australia telah banyak menorehkan ketidakadilan pada masyarakat Aborigin. Selama bertahun-tahun, Aborigin mendapatkan diskriminasi. Selama 12 tahun pertama era kolonial Inggris, masyrakat Aborigin “dipaksa” untuk mengikuti aturan hidup para pendatang (Bennettt Samuel dalam bukunya, Australian Discovery and Colonisation). Pada 1838, 28 orang Aborigin dibantai di Myall Creek.

Bagaimana Aborigin di era modern ?

"Tak seorang pun Aborigin masa kini bisa melupakan sejarah kolonisasi dan diskriminasi yang mereka alami sepanjang lebih dari 210 tahun,"
(The Dreamtime, yang diterbitkan sebuah yayasan Aborigin)

"Dua ratus tahun kolonisasi Australia adalah kisah pembantaian
dua abad bangsa kami,"
(Profesor Marcia Langton, seorang tokoh wanita Aborigin)

Setelah 168 tahun kemudian, keadaan itu tidak berubah jauh. Mengutip data Biro Statistik Australia 1994, sekitar 40% pria Aborigin, dan 42% kaum wanitanya, menderita penyakit.
Sebagian terbesar menderita penyakit saluran pernapasan: 34% pria dan 35% wanita. Mereka juga menderita asma, penyakit telinga, problem jantung, dan diabetes.
Meski sebagai penduduk asli Australia, nasib masyarakat Aborigin merasa didominasi oleh kaum pendatang. Hal itu diperburuk lagi dengan kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang berada di kondisi cukup jauh dibanding kaum imigran. Selain kesenjangan yang terjadi, kaum aborigin merasa ada diskriminasi sehingga ruang geraknya menjadi sempit di perpolitikan, ekonomi, dan sosial.
Hingga kini, kerap kali terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh masyarakat Aborigin. Mereka kini mulai mengerti akan hak-hak manusia. Persamaan hak selalu menjadi isu yang diangkat oleh masyarakat Aborigin ketika pemberontakan

BENTROKAN antara masyarakat Aborigin dan aparat keamanan akhir pekan lalu lebih menggambarkan sentimen rasial termasuk api dalam sekam di Australia. Persoalan suku Aborigin masih menjadi isu sensitif. Sentimen rasial yang terkait dengan posisi kaum Aborigin mengandung kerawanan tinggi. Itulah yang terjadi hari Minggu 15 Februari malam. (KOMPAS)

Perlakuan terhadap kaum Aborigin antara tahun 1910 sampai tahun 1970 dianggap melanggar hak asasi manusia, lebih-lebih kalau dilihat dari perspektif sekarang. Saat ini ada sekitar 460.000 orang aborigin, atau dua persen dari 21 juta penduduk Australia. Banyak dari mereka tinggal di pemukiman terpencil dan hidup seperti warga negara miskin, padahal Australia adalah negara maju. Secara tidak langsung itu menunjukkan masih adanya dikotomi antara masyarakat asli dan kulit putih. Rasisme masih ada di Australia hingga sekarang. Walau kini dengan faktor “pengetahuan” masyarakat Aborigin yang meningkat dan kesadaran masyarakat kulit puith, tindak-tindak rasisme tersebut telah terminimalisir. Upaya pemerintah juga perlu dilibatkan dalam menciptakan interaksi masyarakat yang harmonis antara kedua kelompok masyarakat ini.
Pada tahun 1991 dibentuk Dewan Rekonsiliasi yang merupakan lembaga untuk merintis uapay rekonsiliasi antara masyarakat Aborigin dan kaum pendatang . Adapun tujuan Rekonsiliasi adalah:

persatuan negara Australia yang menghormati tanah air kita; menghargaiwarisan suku Aborigin dan Torres Strait Islander; dan memberi keadilan serta persamaan hak pada semua orang.

Pada tahun 1966 Parlemen Australia membuat pernyataan komitmen tentang persamaan hak bagi semua orang Australia. Ini termasuk komitmen dalam proses rekonsiliasi dengan suku Aborigin dan Torres Strait Islander – khususnya dalam mengatasi kerugian sosial dan ekonomi mereka. Pada bulan November 2000 pemerintah Australia dan semua pemerintah State dan Territory membuat komitmen untuk meneruskan dukungan mereka pada proses Rekonsiliasi dengan memperkecil kerugian yang dihadapi oleh suku pribumi Australia. Kini upaya itu telah sampai pada permintaan maaf pemerintah Australia yang diproklamirkan februari silam.


Read more ...

Cuaca Ekstrem Di Australia

Australia merupakan benua paling kering di dunia. Australia mengenal adanya empat musim. Namun, siklus cuaca di Australia tidak stabil. Letak Benua Australia tidak terlalu ke utara sehingga tidak terlalu dipengaruhi oleh cuaca lembab tropis. Namun, benua tersebut tidak terlalu ke selatan sehingga tidak memperoleh banyak hujan dari awan yang berasal dari samudera sebelah selatan. Hal itu merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya variasi cuaca di Australia walaupun sudah masuk ke periode musim tertentu. Misalnya sudah masuk bulan Juni/Juli/Agustus, itu sudah periode musim dingin di Australia, tapi udaranya tidak terlalu dingin, berkisar antara 8-20 degree C. Matahari bersinar cukup terik di siang hari. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi iklim Australia, yaitu : garis lintang; arus samudera; jarak dengan pantai; keadaan suhu dan angin; bentang alam.
.
Ditinjau dari posisi garis lintang, lebih dari sepertiga benua Australia terletak di kawasan tropis dan dua pertiga sisanya terletak di kawasan subtropis dan kawasan beriklim sedang. Adapun kondisi iklim di Australia terbagi berdasarkan posisi garis lintang, yakni : kawasan tropis (11°LS - 23° 30'LS); kawasan subtropis (23° 30' - 35oLS); kawasan beriklim sedang (35°- 44°LS). Pada kawasan beriklim tropis, suhunya tinggi dan semakin keselatan semakin berkurang tekanan udaranya. Maka kalau kita berjalan-jalan di Australia, kita akan dapat merasakan fluktuasi cuaca, bisa panas sekali namun juga bisa cukup sejuk.

Faktor yang kedua yaitu bentang samudera di Australia. Australia dikelilingi oleh samudera-samudera. Keberadaan samudera dapat menyebabkan perbedaan suhu yang ekstrem antar wilayah pantai dan daratan. Samudera menyebabkan suhu di daerah pantai menjadi sedang sehingga tidak ada perbedaan yang besar atara suhu minimum dan maksimum, namun apabila masuk ke daratan, suhunya menjadi ekstrem dan ada perbedaan yang besar antara suhu maksimum dan minimum.
Selain itu, samudera-samudera di Australia memiliki beberapa arus penting, yaitu,
a. Arus hangat yang terdiri dari :1)Arus Australia Timur. Mengalir di sepanjang pantai timur, 2) Arus Leuwin. Mengalir di sepanjang pantai barat, 3) Arus Khatulistiwa Selatan. Mengalir di sepanjang pantai-pantai utara Australia. Arus-arus hangat ini menyebabkan udara di Australia menjadi panas.
b. Arus dingin yang disebut dengan Apung Angin Barat. Mengalir dari barat ke timur, tepat di sebelah selatan Australia dan membawa hawa dingin ke Tasmania.
Jarak dari pantai mempengaruhi suhu dan curah hujan di Australia. Daerah-daerah yang paling lembab di Australia adalah daerah yang paling dekat dengan laut. Lebih jauh ke darat, daerahnya menjadi lebih kering dan daerah bagian tengah di Australia adalah gurun pasir. Sebagian besar daerah di Australia jauh dari pantai. Jadi, pada garis lintang berbeda, terdapat daerah-daerah yang basah, daerah yang agak gersang dan daerah yang kering. Di Australia, kawasan-kawasan tropis, subtropis dan kawasan beriklim sedang mempunyai daerah yang lembab, daerah agak gersang dan daerah kering.
Iklim di Australia dipengaruhi oleh keadaan angin, atau oleh massa udara, yang berhembu. Pada musim panas, iklim di Australia lebih dipengaruhi oleh udara tropis yang hangat. Pada musim dingin, iklimnya lebih dipengaruhi oleh udara kutub yang dingin. Massa udara dan angin yang berasal dari bagian tengah benua Australia bersifat kering dan panas pada musim panas serta kering dan dingin pada musim dingin.
Periode gerakan angin atau massa udara ini yang kemudian membagi Australia dalam beberapa periode musim :
a.Bulan Januari merupakan pertengahan musim panas di Australia.Selama musim panas ini, ada sistem tekanan rendah yang bergerak di atas Australia bagian utara yang berasal dari Samudera India dan Samudera Pasifik. Manakala sistem tekanan rendah ini melintasi lautan yang hangat, sistem tekanan tersebut menjadi lembab sehingga meniupkan udara tropis yang panas ke arah benua. Hal ini menyebabkan terbentuknya awan dan hujan. Kejadian ini membawa hujan ke daerah-daerah tropis dan subtropis di Australia bagian utara di musim panas.
b.Bulan Juli adalah pertengahan musim dingin di Australia. Matahari tidak langsung berada di atas sehingga udara lebih sejuk. Udara kutub yang dingin bertiup ke arah Australia bagian selatan dari Samudera Selatan yang dingin. Udara tersebut bertiup dalam bentuk kumpulan sel-sel tekanan tinggi. Sel-sel ini bergerak melintasi benua dari arah barat ke timur. Sel tekanan tinggi membawa cuaca yang tak berawan ke daerah-daerah yang luas di Australia selama musim dingin. Sel-sel tekanan rendah juga bertiup dari barat pada kira-kira 40°LS selama musim dingin. Sel-sel ini membawa hujan. Jadi, hal ini menyebabkan banyaknya curah hujan di Australia selatan selama musim dingin.
Tinggi rendah kondisi tekanan udara ini kemudian mempengaruhi terbentuknya wilayah konvergensi. Konvergensi tersebut terjadi akibat pertemuan antara massa udara bertekanan rendah dari pusaran angin di barat Australia dan massa udara dengan tekanan tinggi yang mengalir dari arah Asia. Hal itu mengakibatkan terjadi pertumbuhan awan di wilayah Indonesia. Kemudian kita kenal juga adnya fenomena El-Nino yang juga disebabkan oleh tinggi-rendahnya tekanan udara, yaitu dimana terjadi udara lembab yang terpusat di Samudera Pasifik tengah dan meluas ke timur ke arah Amerika Selatan. Hal ini menyebabkan turunnya hujan di Samudera Pasifik, dan hujan di Australia serta di Indonesia menjadi berkurang dari biasanya. Akibatnya timbul kekeringan di Australia dan di beberapa daerah di Indonesia.
Faktor-faktor yang ada di Australia tersebut yang menyebabkan timbulnya kondisi cuaca yang fluktuatif dan bisa terasa sangat ekstrem.


Read more ...
Friday, October 31, 2008

Sajak Hujan


derai tak padam
mendung kian kelam
dingin tak lekang
badai tak henti


tapi aku yakin masih ada pelangi...
kan tetap kukejar ke cakrawala

purwokerto, akhir november '08
nta

Read more ...

Aku Bisa Jadi Pengader!!!

Baru dua bulan aku menyandang status sebagai pengader. Terkadang merasa berat juga. Pengkaderan adalah kunci dari gerak sebuah organisasi. Baru dua bulan, banyak yang dihadapi. Konsentrasi juga terpecah. Antara komisariat…. Pengkaderan… kadang masing-masing butuh konsentrasi penuh.

Kader yang apatis…males… butuh motivasi… kader yang “songong”, butuh perhatian, kader yang banyak pacaran….. Ugh..kadang pengen lari aja…

Fungsi-fungsi pengkaderan bukan sekedar bagaimana bisa punya kader banyak…tetapi juga bagaimana setiap kader dapat terfasilitasi dalam prosesnya belajar bersama HMI.

Pernah “pesimis”, aku nggak pantes jadi pengader. Masih suka slengekan, pembawaan manja masih belumbisa dihilangkan. Tapi kalau ingat sebuah harapan…sebuah tanggungjawab…. Aku bertekad untuk menjadi pengader yang luar biasa. Yang mampu melahirkan kader-kader luar biasa di HMI MPO. Kader-kader yang progresif….yang punya semangat tinggi, etos perjuangan yang nggak kenal lelah,……. Biar mimpi itu semakin jelas… semakin sampai…………..semoga!!!

AKU BISA JADI PENGADER!!! I WANT TO BE A EXTRAODINARY “PENGADER” JiaYOoou!!!!YAKUSA!!!

Read more ...

Green ShortCourse for Youth Muslim 2008

Green ShortCourse for Youth Muslim 2008
“Learn and to Do (Belajar dan Berbuat) “
Purwokerto, 19-23 November 2008


Pemuda (termasuk mahasiswa didalamnya) merupakan pilar bangsa yang merupakan kaca ramal akan masa depan. Rangkaian peradaban tak akan terelakkan tanpa rekayasa peran-peran pemuda dari masa sekarang. Sistem pendidikan yang menimbulkan sebuah budaya yang rapuh dan rentan akan kontaminasi negatif perubahan zaman memerlukan penciptaan budaya tanding dengan pola-pola pendidikan yang tidak konservatif.

Membaca kebutuhan mahasiswa pada umumnya, bukan berarti semata mengikuti budaya yang mereka senangi dan lakoni. Kebutuhan akan stimulasi untuk berfikir lateral merupakan hakekat kebutuhan yang perlu segara terakomodir oleh motor-motor gerakan mahasiswa termasuk didalamnya HMI MPO. Inovasi pola pengkaderan -yang memiliki hakekat sebagai sebuah sistem pendidikan- sudah semestinya menjadi sebuah hal yang telah tertargetkan. Pengkaderan bukan sebuah warisan yang turun temurun tanpa adanya sentuhan-sentuhan kreatifitas kegiatan dan pemikiran. Latihan Kader I yang merupakan salah satu tahap pada pola pengkaderan HMI MPO, bukan sebuah “benda” yang sekedar menjadi pintu masuk bagi para calon kader. Paradigma “pintu masuk” pada Latihan Kader I , memerlukan pembenahan ulang supaya esensi dari “pengalaman pertama” seorang kader dapat lebih tersampaikan.

Manusia belajar dari apa yang ada di sekitarnya. Proses belajar setiap orang akan dipengaruhi lingkungan seperti apa yang ada di sekitarnya. Penciptaan suasana belajar adalah salah satu upaya untuk efektifitas proses pembelajaran. Memanfaatkan kondisi natural, alam dan masyarakat sekitar sebagai lingkungan belajar yang disinergiskan dengan pola-pola pembelajaran yang bersigat implementatif merupakan sebuah alternatif yang akan dilakukan dalam Green ShourtCourse for Youth Muslim 2008 (Latihan Kader I ). GreeSCYM ’08 mencoba menjadi alternatif pelatihan bagi mahasiswa muslim untuk dapat belajar lebih banyak tentang peran-peran seorang mahasiswa Islam baik dalam konteks pribadi, agama, negara. Sebuah event yang menjadi upaya kontemplasi dan sebuah reminder bagi mahasiswa muslim untuk bisa melakukan peranan-peranannya di masyarakat, baik masyarakat kampus dan atau masyarakat luas. Pola yang diberikan pada GreeSCYM diharapkan dapat sebagai sebuah pola belajar yang implentatif, kita belajar dan kita melakukan (Learn and to Do).

Dengan mencoba masuk pada lingkungan masyarakat petani ternak kambing desa Sikapat, Banyumas,-GreeSCYM yang juga bekerjasama dengan Tim Pendampingan Masyarakat MAFAZA, diharapkan dapat menjadi salah satu proses belajar yang efektif bagi para peserta. Peserta bukan hanya akan mengenal HMI MPO sebagai salah satu alat perjuangan namun juga akan lebih ditekankan bagaimana mengenal peranan-peranan mahasiswa Islam dan beberapa simulasi aplikasi keilmuan yang didapatkan.

Info lelbih lanjut hubungi : HMI MPO Komisariat Pertanian UNSOED, 0812 10 70 1423 (shinta)

Read more ...

Selamat Buat Pak Ikmal!!


Selamat kami ucapkan pada H.Ikmal Jaya dan Habib Ali Zaenal Abidin yang telah memenangkan suara pada Pilwalkot Tegal, 26 Oktober 2009. Semoga kota Tegal akan menjadi lebih baik. Amien. HIDUP TEGAL!!!

Hasil lengkap mengenai Pilkada tegal bisa dilihat di http://pilkadategal2008.com
Karena nggak sempat meliput, ini saya kutipkan beritanya saja dari harian Suar Merdeka edisi 26 oktober 2008
Ikmal Jaya Unggul di Pilkada Kota Tegal

Tegal, CyberNews. Wajah calon Wali Kota Tegal Ikmal Jaya SE Ak langsung sumringah ketika mengetahui hasil perolehan suara yang mana ia unggul dalam pemilihan kepala daerah yang berlangsung Minggu (26/10). Pengusaha bus itu bahkan beberapa kali mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Sejumlah warga yang kebetulan ikut memantau perhitungan suara di TPS 20 Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat langsung berebut mendekat untuk memberikan ucapan selamat.

Ikmal yang kebetulan duduk di barisan depan dengan didampingi kakaknya AKP Warsidin langsung berdiri dan menyambut dengan ramah. "Saya sudah memperkirakan akan menang, dan saya terima kasih atas dukungan yang diberikan warga," katanya.

Bahkan, ia yakin target perolehan suara mencapai 70 persen bisa tercapai. Ikmal mengaku, kemenangnya juga tidak lepas dari kerja keras para tim sukses yang selama ini bekerja secara solid. Selama ini setiap melaksanakan kampanye, Ikmal bersama pasangannya Habib Ali Zaenal Abidin menyatakan siap akan melakukan sejumlsh terobosan baru demi kesejahteraan masyarakat, khususnya wong cilik.

Antara lain, mengusahakan biaya rawat inap gratis di seluruh puskesmas, memberikan jaminan asuransi bagi warga yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) dan mengupayakan air PDAM bisa mengalir di seluruh wilayah yang selama ini belum mendapatkan jatah.

Ikmal mengatakan, selain itu juga akan menggratiskan pendidikan hingga 12 tahun atau mulai SD hingga SMA. "Apabila terpilih kami juga siap melakukan pemerataan pembangunan, sehingga tidak terfokus pada wilayah perkotaan, dan kami siap menyejahterakan wong cilik," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan berupaya melakukan perbaikan gizi masyarakat dan memberikan pelayanan publik secara terukur, tepat waktu dan murah. Untuk meningkatkan kesejahteraan akan memperkuat ekonomi masyarakat yang berbasis pada industri kecil, menengah dan koperasi. Oleh karena itu, dukungan penuh dari masyarakat sangat diharapkan demi mewujudkan Gerbang Mas Kota Bahari.

Golput di bawah 37%

Sementara itu pemilihan wali kota dan wakil wali kota Tegal yang berlangsung Minggu (26/10), mengalami perkembangan menarik dalam kaca mata Komisi Pemilihan Umum setempat. Karena dari partisipasi warga untuk memilih atau datang ke 359 TPS yang tersebar di 27 kelurahan di empat kecamatan, mengalami kenaikan. Demikian juga untuk golongan putih (golput), atau warga yang tidak datang ke TPS alias tidak memilih mengalami pengurangan.

Divisi Pendidikan Informasi dan Kajian Pengembangan Pemilu KPU Kota Tegal, Andi Kustomo mengatakan, perkiraan sementara ada kenaikan jumlah pemilih atau partisipasi warga dan golputnya dipastikan turun. ''Saya belum bisa memastikan angkanya. Yang jelas angka partisipasi warga atau pemilih melebihi 63%. Di atas yang terjadi saat pilgub. Demikian juga golput kurang dari 37%. Angka pastinya, nanti setelah penghitungan manual yang dilakukan KPU selesai sekitar seminggu setelah pencoblosan,'' papar dia, Minggu (26/10).

Andi mengungkapkan, di Kota Tegal memang ada indikasi kemunculan ''golput permanen''. Golongan dimaksud, kata dia, adalah para pekerja yang memiliki KTP Kota Tegal, namun saat pencoblosan masih berada di luar kota. Dia menyebut seperti kalangan pembantu rumah tangga, pelayan warteg. Juga kalangan nahkoda dan ABK kapal ikan yang saat pencoblosan tengah mencari ikan di laut.

Sejauh pemantauan Suara Merdeka CyberNews di sejumlah TPS, jumlah golput memang cukup beragam. Itu bisa dilihat dari jumlah kehadiran mereka di TPS yang cukup banyak. Contohnya di TPS 24 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur. Dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 270 orang, tidak hadir alias golput mencapai 100 orang. Suara sah 61 dan tidak sah hanya sembilan. Demikian juga di TPS 11 Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, DPT (542), hadir (354), golput (174). Meski ada kondisi seperti itu, dia sangat bersyukur partisipasi warga dalam pilwalkot sangat baik. Karena jumlah pemilihnya lebih banyak dibanding saat pilgub 22 Juni lalu.

(Wawan Hudiyanto /CN05)
Read more ...

From Widya Puri with Love ^_^


Sepertinya bulan September dan Oktober pasti akan menjadikan aku sebagai orang asing di rumah sendiri. Untuk kali kedua di tahun kedua aku merasa “bersalah” pada teman-teman di “Widya Puri”,rumah kos-ku tercinta. Kalau dulu tahun pertama tadinya aku anggap sebagai sebuah adaptasi. Namun ternyata, hal yang serupa terjadi kembali di tahun kedua ini. Transisi tahun akademik berpengaruh pada aktivitasku di luar rumah. Jadwal yang padat menyita waktuku hingga entah sudah berapa lama aku tak hadir di ruang-ruang diskusi dengan teman kos.

Dari lubuk hati yang paling dalam, sungguh aku sangat merasa bersalah. Karakter dasarku yang agak perfeksionis, menghakimi diri ini untuk dapat menyeimbangkan peran di dalam maupun di luar rumah.

Lingkungan kos adalah keluarga baru bagi mahasiswa rantau. Kehadiran “orang lain” merupakan pelatihan kedewasaan kita dalam berinteraksi dengan orang lain. Kalau kita ingin jadi “bener” di tempat rantau, maka kita sendiri yang harus menentukan lingkungan apa yang akan kita tinggali. Mewujudkan dan menjaga sebuah lingkungan kondusif bukan hal yang mudah.

Di Widya Puri (WP) ada sekitar 13 penghuni yang menempati rumah dengan dua lantai yang berlokasi di dekat lapangan karangwangkal Purwokerto. Penghuni yang ada terdiri dari berbagai macam orang dengan kepribadian dan latar belakang yang berbeda-beda. Aku akan coba perkenalkan satu-persatu.


Selita. Mantan ketua kos yang terkadang masih mempertahankan status quo-nya(he3). Mahasiswa tahun ketiga prodi kimia, yang nggak pernah tau sebenarnya buat apa sieh dia kuliah jauh-jauh ke Purwokerto. Gadis manis ini aku anggap sebagai sohibku yang paling yahud karena paling enak buat utang dan minta tolong.he3. Gadis asal Jakarta (apa Garut ya neng?) yang suka sama Hello kitty ini bisa dibilang sebagai tipe gadis rumah, kadang lemot, tapi courius-nya tinggi, dia orang jujur yang mengakui kelemotannya tapi dia juga nggak pernah ragu untuk sekedar nanya “ Mbak shinta, itu kasus korupsi Jaksa Agung Urip maksudnya gimmana sieh???”. Komentarku buat si Seli “Lo tuh sebenarnya pinter asal lo emang punya keinginan buat pinter non!!!”

Vera. Ketua kos yang baru. Mahasiswi tahun kedua jurusan perikanan dan kelautan. Ukhti yang satu ini termasuk salah satu “super woman”, tenaga-nya bo!!!gile….tuh cowok apa cewek ya???he3. Gadis baik hati tapi terkadang aku nggak suka kalo dia lagi “mutung “ ini paling nggak doyan makanan pedas. Makanya nggak ada deh yang pernah liat dia marah-marah. Kalopun marah akan diekspresikan dengan “aksi diam”. Pesanku buat Vera “ Ver, gw kadang sangat meras bersalah sama lo, tp gw emang paling nggak bisa ngungkapin itu”

Ria. Ini termasuk newcomer di WP. Baru dua bulan yang lalu masuk kos. Nggak banyak yang aku tau. Kesan yang aku dapat, “Dhe Ria niku jawa banget nggih????!!!!” ^_^

Mada. Ini temennya Ria. Fresh Graduate prodi matematika, classmate-nya Ria. Baru bbrapa minggu jadi penghuni kos. Jadi nggak banyak yang kutahu. Yang bisa kukomentari, dhe’ Mada ini cantik dan pendiam tapi kayaknya kalo sama Ria kok bisa cerewet bangetzzz ya???!!!

The Dhea. Urang Majenang yang manis, anggun, dan baik hati. Keliatannya sieh pendiem, tapi kalo cerewet……..wah, kos-an nggak bakal sepi deh!!!! Termasuk seniornya di kos WP. Aktivis LDK. Sama kayak aku juga. Kesibukan diluar cukup bejibun jadi kadang jarang di kos-an. Kadang aku ingin berbagi dan diskusi..mungkin lain waktu ya Ukh!!!

Atik. Classmate-nya Vera. Orangnya agak aneh. Baik hati sieh..kadang suka bagi-bagi something, entah itu makanan, pulsa, ataupun apa. Yang pasti dia termasuk orang yang betah nelpon berlama-lama…sama orang yangn nggak jelas juga.he3. Bukan tipe mahasiswi yang punya banyak aktivitas. Agak manja. Tapi…ya itu tadi……..She is very kind!!! ^_^

Mbak Tya. Whuaa…….banyak deh kalo harus mengungkapkan tentang mbak yang satu ini. Dari mulai nebeng nonton film, sampe minjem charger….dia termasuk orang yang asik-asik aja. Dari mulai ngobrol yang berat-berat sampe ngbrol gosip artis….bisa nyambung. Orangnya baik hati walau kadang-kadang gajebo-nya keluar.he3. Punya adhe’ namanya Kiki dan Hasan, mbak Tya ini termasuk orang yang care sama keluarganya. Tapi...hobi-nya itu lho…tidur!!! Puasa kemaren dia pemegang rekor untuk ibadah…..tidur!!! (tidurnya orang puasa kan ibadah…he3). Mbak, moga penelitiannya cepet kelar!!!semangat ya!!!

Itu tadi penghuni bawah…Nah sekarang penghuni atas.

The Diah. Aktivis LDK dan BEM Fakultas Pertanian. Takut banget sama kucing. Tapi kita punya panggilan buat dia “si Pusi Garong”. Akhwat item manis ini juga asyik kalo diajak ngobrol. Baik hati pula. Kadang gajebo-nya juga keluar. Termasuk akhwat yang rajin….. kayaknya tiap hari ada syuro mulu deh.he3. Suka masak tapi lupa bersihin dapur… Aduh bu, kapan2 masaknya bagi-bagi ke kita dan dapur diberesin lagi ya!!!

The Ira. Mamih………… orang yang “dituakan” di kos. Walaupun dia sebenarnya “gadis dewasa” yang manja.he3. Tapi dia orangnya bisa jadi rujukan terakhir kita. Wah..pegel nulis tentang beliau. Kapan-kapan aje deh. Oya, mamih….sering-sering bagi-bagi puding ya!!!he3

Dhe’ Leli. Putri Temanggung yang lucu. Sama kayak mamih dan Ica, dia suka sama tanaman. Diatas itu banyak tanaman berjejer di depan kamar sebelah timur. Bikin suasana kos jadi asri.

Icha. Nieh dia…temen asyik kalo lagi nonton tv sampe larut malam. Paling asyik kalo diajak ngobrol masalah film yang keren. Pokoknya asyik deh ngobrol sama dia. Tapi anak rumahan banget. Jam sembilan malem…pasti udah molor…. Zzzz….Zzzz……

Eci. Ini kembarannya Icha. Tapi dia nggak semales Icha.he3. Pacarnya ketua BEM MIPA ini juga aktif di Marching Band. Asyik kalo ngobrol sama gadis betawi ini. Anak konyol yang super pede. Suka warna ijo…tapi kebanyakan baju yang dipunyana warna merah. Lo sakit ya Chi???he3

Ipunk. Ceweknya anak Fak.Hukum yang jarangn di kos-an. Ini teman senasibku yang suka nunggak bayar kos. Tapi yang asyik, kalo abiz nge-date, kadang dia bawa “upeti” buat kita, mulai dari coklat sampe rambutan.he3

Nina. Temen satu kampus, adhe’ angkatanku. Paling suka masak and makan. Match banget sama porsi body-nya yang kalo naek angkot harus bayar ongkos dua orang.he3. Paling nggak suka sama keributan..sama kecerewetan..apalagi kalo tengah malem. Makanya kalo aku mo “ribut” tengah malem, suka ngungsi kebawah. Tapi yang pasti, nina itu baek hati.Nggak terlalu banyak aktivitas…mungkin takut kurus kali ya??he3. Tapi pinter kok, dia anak PMDK. Lumayan, buat nanya2 soal kuliah yang aku nggak pernah masuk.he3. Walau dia adhe angkatan…tapi aku sering nanya..soalnya aku kan jarang masuk kelas.he3

Mimit. Nama aslinya Hikmah. Sama kayak Eci, dia temen yang asik bwt di-cengin.ha…ha… Temen satu piketku kalo hari minggu yang sering aku dzholimi karena aku jarang ada di kos.he3. Maap ya mit… besok aku piket sendirian deh. Oya, Mimit ini suka banget sama baca novel2 keren yang lagi ngetop. Kalo mo pinjem novel ke dia aja. Dia juga aktiv di LDK Fakultas. Dia termasuk ukhti yang gaul juga.he3

Nah…itu tuh semua temen kos yang punya karakter masing-masing. Ditambah lagi dengan kehadiranku. Mahasiswi yang cuek…suka sok sibuk disana-sini. Mantan sekum BEM-U (he3..diungkit juga…)…. Dengan aktivitas bejibun. Pagi-pagi udah berangkat …pulang suka malem. Bayar kos-an suka nunggak karena duitnya dipake buat yang laen dulu…tapi suka bagi-bagi apapun.he3.

Benar-benar rumah kos yang selalu ceria. Lewat tulisan ini aku Cuma ingin menyampaikan maaf….kalau akhir-akhir ini shinta jarang di kos. Kangeeeeeeeeeen banget…. Tapi apa daya…inilah hidup (maksudnya???!!!). Aku bukan orang yang bisa mengungkapkan hal-hal yang kayak gini. Ingin rasanya duduk bersama dan bercengkerama dengan kalian lagi… mencoba mencari celah waktu yang ada. Ingin rasanya canda-tawa itu membahana lagi diantara hari-hariku.

Teman, sampai kapanpun…bagaimanapun kalian…akan selalu aku ingat..dan kalian selalu menjadi yang terbaik di hati ini (ceileee………) . Insya Allah kedepannya shinta akan belajar lagi manajemen waktu supaya nggak keteteran lagi. Supaya bisa ngumpul lagi. Supaya bisa sering bersih-bersih kos-an lagi.he3

I lov u all………^_^


Read more ...
Wednesday, October 29, 2008

Proporsionalitas Gerakan Mahasiswa (Tolak Pornoaksi, YES!! RUUP, No!!)

Gelombang dukungan – baik pro maupun kontra- pada RUU pornografi kian hari nampaknya semakin menghangat. Tak pelak mahasiswa juga turut andil dalam bersuara, baik aksi turun ke jalan, aksi “sms”, dan lain-lain. Mahasiswa rupanya merasa “terpanggil” terhadap proses pembuatan RUU tersebut. Aksi yang kerap kita lihat dari kalangan mahasiswa yakni dari gelombang pro, dengan penurunan massa besar untuk turun ke jalan, dan biasanya dihiasi juga dengan pengumpulan tandatangan dukungan kepada masyarakat.

Ketika berbicara peran-peran mahasiswa dalam sebuah proses pembuatan sebuah produk hukum, efektifitas aksi seperti itu sebenarnya patut dipertanyakan. Sejauh pengamatan di lapangan, aksi-aksi yang ada lebih kepada mobilisasi massa saja. Secara umum, aksi-aksi mahasiswa seharusnya dihindari dari hal-hal yang hanya sebatas penggelontoran kaum intelektual untuk turun ke jalan. Aksi-aksi intelektual sebaik lebih dibudayakan.

Lepas dari content RUUP itu sendiri, aksi-aksi yang ada seputar RUUP nampaknya memberi kesan sebagai luapan emosi. Aspek-aspek emosi saja yang coba ingin diangkat dengan sentiment kelompok masing-masing. Kalau difikirkanlebih lanjut, tidak ada efek secara lansung ketika mahasiswa aksi turun ke jalan, mengumpulkan tandatangan dan mengirimnya ke gedung dewan. Mahasiswa seharusnya ada di ranah-ranah untuk melakukan kreativitasm dalam gerak-gerak kekaryaan, atau kita bisa pinjam istilah ekonomi, yaitu dengan bergerak di sektor riil. Sudah saatnya paradigma peran mahasiswa diubah – khususnya di kalangan rekan-rekan gerakan mahasiswa.


Gerakan mahasiswa di era kini lebih kental pada gerakan-gerakan poltik praktis dibanding dengan gerakan intelektual. Kenapa harus jauh-jauh untuk mendukung RUUP yang ada di meja dewan, kita bisa memulainya dari kampus. Pornografi ,pornoaksi sring kita lihat di lingkungan kampus- yang notabene adalah lingkungan pendidikan. Kenapa kita tidak melakukan gerakan untuk penegasan peraturan berbusana pada mahasiswa (i) saat proses perkuliahan??? Kampus kini tak berbeda dengan catwalk dengan beragai macam mode pakaian yang sedang in dengan segala keseronokannya. Sejauh mana kepedulian teman-teman gerakan mahasiswa mengenai aksi pornografi dan pornoaksi di kampus? itu tidak akan selesai dengan RUUP saja.

Sebagai organisasi-organisasi gerakan mahasiswa baik intra maupun ekstra kampus, tentunya memiliki bargaining position di kebijakan kampus. Selama ini jarang (atau bahkan tidak ada) terdengar aksi BEM untuk menegakkan kembali peraturan untuk berbusana sopan ketika kuliah, atau dengan penertiban “ayam kampus”. Penjualan alat kontrasepsi kini sedang marak di wilayah-wilayah kampus. Aksi-aksi pornografi sering terlihat di taman-taman kampus. Untuk memulai mewujudkan lingkungan kita yang bersih saja kita tak peduli. Kita terlalu silau dengan isu-isu nasional dan akhirnya bisa tejebak pada mobilisasi massa yang tentunya telah dipolitisir. Sudah saatnya gerakan mahasiswa melakukan reposisi dan reorientasi gerakan supaya lebih efektif dan proporsional.

Ketika lembaga-lembaga masyarakat baik sosial maupun keagamaan melakukan aksi turun ke jalan dengan dukungan pro-nya serta kelompok masyarakat adat dengan sikap kontra-nya, itu masih proporsional, karena lingkungan mereka adalah masyarakat umum secara langsung. Disini bukan pula berarti ada pendikotomian ataupun penyempitan ruang-ruang mahasiswa. Tetapi dalam konteks sebuah proses pembuatan produk hukum, dalam kasus ini adalah RUUP, peran-peran mahasiswa diharapkan tidak terjebak pada pemobilisasian massa. Aksi massa dalam beberapa situasi dibutuhkan tetapi dalam kasus ini tidak efektif karena ini bukan merupakan sebuah tuntutan, tetapi sebuah dukungan, sebuah spirit terhadap produk yang sedang digodog di dewan. Sederhananya, apakah karena semakin banyak massa yang turun ke jalan, semakin banyak tandatangan yang dikumpulkan, kemudian itu menjadi penentu disahkan atau tidaknya RUUP? Apa ada aturan seperti itu? Yang ada nyatanya adalah sebuah upaya provokatif dalam pengumpulan massa, sebagai pemanasan dan taksiran dukungan yang dapat mereka kumpulkan di ajang 2009 nantinya. Logika moral di benak mahasiswa tidak disinergikan dengan logika politik di meja dewan, akhirnya aksi yang muncul adalah aksi konyol saja.

Ayo kalau memang kita benar-benar menentang maraknya pornoaksi, ciptakan lingkungan kampus sebagai lingkungan berpendidikan, yang menjunjung tinggi moral. Jadikan kampus sebagai wahana kita untuk berkarya, dan itu kita pandang sebagai upaya progresif kedepan, karena mahasiswa-mahasiswa saat inilah yang akan terjun dari masyarakat. Biarkan anggota dewan saling mengerutkan dahi memikirkan RUUP, biarkan organisasi-organisasi masyarakat menyuarakan aspirasinya, dan marilah kita mulai aksi-aksi intelektual kita. Jangan nodai independensi mahasiswa dengan kepentingan-kepentingn politik praktis.

Tolak Pornografi, Yes!! RUU Pornografi, No!!!

Read more ...

SEKUFU....????


"Eh, shin, tapi..katanya kalo nikah itu harus sekufu lho!!!"
Kalimat yang agak membuat aku terhenyak....pasal beberapa saat sebelumnya, sedang membicarakan tentang seorang "prince" yang dalam pandangan temanku ini,tidak sekufu denganku.
"Tapi mas...sekufu menurut manusia kan belum tentu sekufu menurut Allah..."
"Ya, itu urusan Allah, qta gak boleh ikut campur urusan Allah, tapi kan yang pasti harus sekufu"

Perbincangan di ujung senja itu cukup membuat aku merenung. Ya, akku yakin akan janji Allah jika pria yang baik untuk perempuan yang baik. Tapi, jujur aku tidak terlalu memahami apa arti sekufu itu. Sebelumnya klarifikasi dulu, tulisan ini dibuat bukan krn aq mo married atau apa. Obrolan-obrolan tentang hal ini sama halnya dengan tema lain yang berjalan begitu saja. Sekedar untuk tambah wawasan.

Ketika seorang perempuan berharap tentang jodohnya, maka pasti berharap untuk mendapatkan yang lebih baik, atau tepatnya yang lebih baik. Sosok "Imam" yang dicari, yang mampu menuntun ke arah yang lebih baik. "Wanita seperti tulang rusuk manakala dibiarkan ia akan tetap bengkok, dan manakala diluruskan secara paksa ia akan patah." (HR. Bukhari dan Muslim). Maka yang diharapkan adalah sosok orang yang mampu meluruskan tanpa mematahkan.

Namun, kemudian apakah adil ketika orang yang baik untuk yang baik saja??? orang yang sudah lurus untuk yang lurus2 saja??? Aku yakin Allah maha Adil, yang lebih menekankan pada sebuah proses. SO, what d'meaning of this problem?(sekufu).

Topik ini coba saya tanyakan kepada beberapa teman (lumayan lama diskusinya..sampe malem..syukron akh...).
Banyak pendapat, banyak pandangan, tetapi yang pasti..ada satu kesamaan..bahwa kufu yang dimaksud intinya adalah kufu dalam Dien.
" Km blh brfikiran sprti itu Ta (wlpn itu blm spnhnya bnr), tp Allah yg lbh tw apa yg terbaek bwt qta. So, kl shinta ktemu yang "high class", its Ok. Coz, skufunya versi Allah" (salah satu sms dari kang Slamet)

"Di nikahi wanita krn 4 perkara : fisiknya, hartanya, kedudukannya dan agamanya. Klo engkau ridha, cukuplah agamanya mnjd ukuran" (sms dr teman...)

Ok, coba kudiskusikan dan kucari-cari juga di buku dan internet. Ada pendapat bahwa pada dasarnya semua orang itu sekufu selama yang bersangkutan adalah seorang muslim. Pendapat ini diambil dr pendapat Imam Ali bin Abi Tholib r.a. bahwa :

“Manusia itu satu sama lain adalah kufu’, mereka yang Arab, yang bukan Arab, yang Kuraisy dan yang Hasyimi kalau sudah masuk Islam dan sudah beriman”

Namun untuk masalah kufu’ ditinjau dari segi Fiqih Munakahat sendiri, sudah dijabarkan cukup jelas. Berikut adalah penjelasan kufu’ dalam Fiqih Munakahat.

Sekufu dalam arti bahasa adalah sepadan, sama atau menyerupai. Yang dimaksud dengan sepadan dan menyerupai di sini adalah persamaan antara kedua calon mempelai dalam 5 perkara :

Pertama, dalam agamanya. Seorang laki-laki fasik yang keji tidaklah sepadan dengan seorang wanita yang suci dan adil. Karena laki-laki fasikdalam persaksian dan beritanya tidak dapat diterima. Ini merupakan salah satu kekurangan yang sangat manusiawi.

Kedua, keturunan atau segi keluarga. Orang asing (bukan keturunan Arab) tidak sepadan dengan orang yang keturunan dari bangsa Arab.

Ketiga, merdeka. Orang yang mempunyai status sebagai hamba sahaya atau seorang budak belia tidaklah sepadan dengan orang yang merdeka. Karena ia memiliki kekurangan yaitu statusnya dalam kepemilikan orang lain.

Keempat, profesi. Orang yang memiliki profesi yang rendah seperti tukang bekam atau tukang tenun, tidaklah sepadan dengan putri seorang yang memiliki profesi besar seperti saudagar dan pedagang kaya.

Kelima, memenuhi permintaan dari pihak wanita. Yaitu, bisa memberikan mahar yang diminta dan nafkah yang ditentukan dari pihak wanita tersebut. Demikian juga dengan orang serba susah hidupnya, tidaklah sepadan dengan wanita yang biasa hidup bergelimangan harta. Karena hal ini bisa menimbulkan bahaya yang tidak sedikit jika tidak terpenuhi nafkah yang ia butuhkan.

Jika didapati dari salah satu calon mempelai memiliki satu dari lima kategori di atas, maka kesamaan tersebut telah dianggap terpenuhi. Hal ini tidak berpengaruh pada keabsahan atau sahnya akad nikah yang dilakukan. Karena, sesungguhnya sekufu’ itu tidak termasuk syarat sah nikah, sebagaimana Nabi SAW memerintahkan Fatimah binti Qois untuk menikah dengan Usamah bin Zaid. Dan Fatimah pun menikah dengannya. Demikian yang dijelaskan dalam hadist riwayat muttafaq alaih.

Akan tetapi, kesamaan itu termasuk syarat penting untuk menyempurnakan sebuah akad nikah saja. Seandainya seorang wanita menikah dengan seorang laki-laki yang tidak sepadan dengannya dan wanita tersebut atau wali-walinya tidak mau menerima dan menyetujuinya, maka nikah itu menjadi batal. Hal ini dikarenakan pernah ada seorang ayah yang menikahkan putrinya dengan anak saudara sendiri hanya untuk memperbaiki kedudukannya yang hina atau lebih rendah, maka Nabi SAW memberikan hak bagi seorang wanita tersebut untuk memilih. Dari kisah ini sebagian ulama menyimpulkan bahwa kafa’ah atau sekufu itu menajdi syarat sah nikah. Pendapat ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Syekh Imam Taqiyuddin berkata, “yang setuju dengan pendapat yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad itu, ditambah dengan mengajukan sebuah syarat yaitu ketika kondisi seorang laki-laki telah jelas baginya bahwa dia tidak sepadan untuk wanita tersebut. Kemudian keduanya berpisah dan tidak ada seorang wali pun yang menikahkan wanita dengan laki-laki yang tidak sepadan dengannya. Dan seorang laki-laki tidak pula ingin menikah dengan wanita yang tidak sepadan dengannya. Wanita pun tidak ada yang mau melakukan hal itu. Sedangkan, kafa’ah sebenarnya tidak dipandang dari segi ekonomi seseorang. Misalnya, dilihat dari besarnya mahar wanita tersebut. Seandainya wanita itu menyukai laki-laki yang akan menikahinya dan para walinya juga setuju, maka dengan demikian mereka harus menerimanya atau meninggalkan yang lain. Pada hakikatnya bukan begitu. Akan tetapi, ini hanya sebagai salah satu bahan pertimbangan saja.”

Kalau menurut nta, kita tak mampu mendefinisikan sekufu secara pasti. Terkadang ada sisi-sisi lain yang tidk bisa kita cerna. Hanya Allah yang maha tahu, dan kewajiban kita adalah untuk berfikir akan semua ayat-ayatNya, bukan untuk "saklek" atas apa isyarat yang ada tanpa mengolahnya. Wallahualam bishawab.

YA ALLAH,JIKA AKU JATUH CINTA,CINTAKANLAH AKU PADA SESEORANG YANG MELABUHKAN CINTANYA PADA-MU,AGAR BERTAMBAH KEKUATANKU UNTUK MENCINTAI-MU. ¨Âª YA MUHAIMIN,JIKA AKU JATUH CINTA

JAGALAH CINTAKU PADANYA AGAR TIDAK MELEBIHI CINTAKU PADA-MU.

¨Âª YA RABBANA,JIKA AKU JATUH HATI,JAGALAH HATIKU PADANYA AGAR TIDAK BERPALING PADA-MU.

YA RABBUL IZZATI,JIKA AKU RINDU, RINDUKANLAH AKU PADA SESEORANG YANG MERINDUI SYAHID DI JALAN-MU. YA ALLAH,JIKA AKU RINDU, JAGALAH RINDUKU PADANYA AGAR TIDAK LALAI AKU MERINDUI SYURGA-MU. ¨Âª

YA ALLAH, JIKA AKU MENIKMATI CINTA KEKASIH-MU,JANGANLAH KENIKMATAN ITU MELEBIHI KENIKMATAN INDAHNYA BERMUNAJAT DI SEPERTIGA MALAM TERAKHIR-MU ¨

YA ALLAH,JIKA AKU JATUH HATI PADA KEKASIH-MU,JANGANLAH BIARKAN AKU TERTATIH DAN TERJATUH DALAM PERJALANAN PANJANG MENYERU MANUSIA KEPADA-MU. ¨

YA ALLAH,JIKA KAU HALALKAN AKU MERINDUI KEKASIH-MU,JANGAN BIARKAN AKU MELAMPAUI BATAS SEHINGGA MELUPAKAN AKU PADA CINTA HAKIKI DAN RINDU ABADI HANYA KEPADA MATI hanya sekali jadikannya pada jalan Allah,
Mati hanya sekali jadikannya pada jalan Allah

Read more ...

LOVING YOU!!!


ring ring
its you again
hurt pop
i love to hear you
its been all day
i ‘ ve been waiting for you

held up
you call my name
so much story you share with me
you said a lot to me about girls
oh its so nice

*
and every beauty thing they did to you
dont stop n tell me more

Reff
loving you is hurt some times
i am standing here
you just dont buy
i am always there
you just dont feel
you just dont wanna feel
dont wanna heard that word
it doesnt mean i givin up
i wanna give you
more and more and more

knock knock
they came around
hard pop
i love to see you
its been two years since i am in love with u


bam bam
you break my heart
you said girl i’m in love with her
but its alright
i am still alive
here.. here..


and all the beauty thing she did to you
dont stop and tell me more


back to [Reff]



and when i see that smile upon your face
deep in your eyes u had it all
and when i hear your super electrical voices
yee ooh yeah

by : D'cinammons

nb : Nta seneng banget dengerin lagu ini.... thanx bwt d'cinammons... musik2mu cukup inspiratif... :-)

Yang punya cerita dengan lagu ini..share with me ya...ditunggu...
n tunggu cerita nta bout this nice song!! dont miss it!! :-)

Sst...nta lagi jatuh cinta ^_^


Read more ...
Thursday, October 16, 2008

Berbagi Cinta Lewat Udara...



“ Salam pagi sobat..kembali shinta menemani ruang dengar sobat di program......”

Sebuah klausa yang sepertinya sudah saya hafal di luar kepala. Kalau hari Rabu pagi, jam 8.00 sudah menjadi agenda wajib untuk menikmati sempit (tp nyaman) studio siar MAFAZA 96.7 FM. Kalau dihitung-hitung, , sudah hampir tiga tahuin saya akrab dengan dunia broadcasting. Yeah…setidaknya sudah layak saya menuliskan kisah suka duka di udara ^_^.

Darusallam FM, menjadi tempat saya mengenal dunia broadcasting pertama kali. Awalnya, saya tidak pernah terbayangkan menjadi announcer. Keterlibatan saya di dunia siaran awalnya adalah sebuah keterpaksaan (mau nggak mau, saya harus mau). Setelah setengah tahun saya berpetualan di Ibukota selepas SMA, ortu memberikan keputusan untuk “mendeportasi” saya. Dengan segala perdebatan yang alot, saya mengikuti surat keputusan deportasi itu dan menempati suasana baru di Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Darussalam (YPPS Darussalam) di Ds. Kalibakung, Kabupaten Tegal. Sebuah Yayasan yang dipimpin Kyai Haji Jamil Muslim, yang notabene masih kerabat ayah saya. Darussalam FM merupakan salah satu unit usaha di YPPS Darussalam.

Singkat cerita, saya akhirnya menggeluti dunia siaran. Namun kelanjutannya bukan sekedar siaran, tapi manajemen radio saya geluti. Juga dalam waktu kurang dari setengah tahun, pihak ketua yayasan, mempercayakan pengelolaan DS FM kepada saya. Jabatan baru tuh, sebagai ibu general manager.he3. Bukan hal yang mudah dalam pengelolaan radio, selain manajemen internal, aspek-aspek sosiologis masyarakat pendengar lumayan buat saya mengerutkan dahi. Dengan masyarakat pedesaan yang nota bene tidak banyak mengecap bangku sekolah, saya berupaya untuk menghadirkan radio bukan sekedar sebagai “kotak suara”, tapi juga benar-benar sebagai media komunikasi. Content lagu bermacam-macam, dangdut paling banyak disukai (musik rakyat). Kemudian hiburan rakyat itu dikemas sedemikian rupa sehingga content informasi tersajikan dengan luwes. Muncul program-program acara yang lebih informative. Wakti itu sebagai permulaan saya coba dengan diskusi interaktif masyarakat dan pejabat daerah. Animonya cukup tinggi. Masyarakat (pendengar) merasa terhibur sekaligus menjadi “lebih tahu”. Saya jadi ingat bagaimana Hugo Chaves jkuga menggunakan media sebagai senjatanya untuk dapat melakukan komunikasi yang intens dengan rakyat yang kemudian memang menjadikan ruang control juga untuk pemerintah.

Sebagai bagian dari yayasan, radio ini juga memiliki visi sebagai corong dakwah. Pengajian dalam kemasan hiburan rakyat adalah sebuah media dakwah yang cukup mengena di hati masyarakat. Bukan hanya masyarakat sekitar pondok pesantren tetapi juga hampir di seluruh kabupaten Tegal, khususnya wilayah selatan. Nama “shinta” sebagai salah satu penyiar Alhamdulillah juga cukup dikenal masyarakat ^_^. Daerah Balapulang, prupuk, kesambi, Banjaranyar, hingga Slawi dan sekitarnya (saya lupa nama-nama daerahnya) bisa dibilang sebagai “daerah gue”, daerah jangkauan DS FM.

Bagi saya pribadi, ini merupakan pengalaman emas yang sangat berkesan. Saya disana bukan hanya mengurus radio, tetapi sebagai bagian dari YPPS Darussalam, saya juga berstatus sebagai santri pondok. Terkadang muncul kerinduan akan rutinitas dahulu saya disana. Dini hari sudah diawali dengan qiyamul lail, ba’da shubuh harus kajian kitab kuning, kemudian siaran pagi dan aktivitas kantor radio. Waktu sholat selalu break. Usai lelah di kantor radio, kembali mengkaji ilmu-ilmu agama dengan teman-teman santri dan ustadz-(dzah). Malamnya adalah waktu bersama adhe2 di asrama putri. Kebetulan juga dipercaya sebagai salah satu Pembina santri. Menemani mereka belajar, membuat forum rembug, dan seminggu sekali kita bisa nonton tv. Namun terkadang juga, saya harus menghandle rapat-rapat yayasan di malam hari.

Kebersamaan saya di DS FM tidak berlangsung lama. Pengumuman SPMB yang mengizinkan belajar di Universitas Jenderal Soedirman- Purwokerto, mengharuskan saya meninggalkan YPPS Darussalam. Sebuah kehormatan, pmpnan.yayasan masih mempercayakan pengelolaan radio hingga sekarang. Secara singkatnya, saya tetap ditunggu di DS FM.

Setengah tahun di purwokerto, saya mencoba untuk bergabung lagi dunia broadcasting. Tadinya berniat untuk gabung di salah satu radio swasta, peluang itu ada. Kebetulan ada teman juga yang jadi announcer disana. Tp,kondisi saya yang belum mobile membuat niat itu di-cancel. Saya kemudian tertarik dengan Radio MAFAZA FM,sebuah radio komunitas semikomersil yang merupakan salah satu Unit Pemakmuran Masjid Fatimatuzzahra – Purwokerto.

Yup, di MAFAZA lah kemudian saya kembali merajut kisah di udara. Dunia siaran, dunia yang sangat menyenangkan. Selain karakter dasar saya yang cerewet, siaran memiliki daya tarik lain untuk saya cintai. Menjadi seorang penyiar memiliki keasyikan tersendiri. KIta harus mampu mengendalikan perasaan. Apapun suasana hatinya, tetep aja qta harus terdengar enjoy di telinga. Waktu awal-awal dulu di DS, saya juga agak susah untuk itu. Apalagi mentang-mentang radio sendiri, jadi awalnya agak gk peduli. Dulu pernah, waktu lagi sedih, terbawa sampai siaran, nada suaranya jadi agak sendu-sendu gimana gitu. Padahal saya membawakan program acara pagi.Diprotes sama beberapa pendengar, jd warning jg buat saya. Sekarang, apapun kondisinya, ketika akan siaran, saya berusaha mentralisir perasaan. Kalau sudah menghadapi property siaran, biasanya semua jadi enjoy. Bahkan bisa lupa tuh sama kesedihan-kesedihan yang ada.

Saya sendiri mengidolakan Desta sang penyiar gokil. Waktu itu hampir ketemu waktu saya masih di Jakarta and sempetin maen ke tongkrongannya. Kenapa Desta??? Hemh...uniq aja kali ya!!! Desta punya suara yang khas. Sebenarnya voice-nya gk merdu, cempreng abiz!!tapi jstru itu yang bikin Desta beda ^_^! udah gitu, celotehan dan improve-nya dia itu cerdas. Dia bisa meladeni omongan orang lain dengan canda yang cerdas n gk jayuz. Ya, sekdar ngefans karena potensi dia aja, nggak lebih!!! J.

Saya sendiri juga sebenarnya suaranya pas-pasan banget, bahkan shinta tuh rada cadel. Tadinya nggak pede buat siaran. Kalo denger suara sendiri juga kayaknya aneh-aneh gimana gitu… :p . Suara saya tipe cadel, gk perfect untuk seorang penyiar. Hanya berbekal pede aja, saya berani untuk coba-coba jadi penyiar. Kata orang itu justru jadi ciri khas. J .

Yang pasti dunia broadcast itu sangat menyenangkan. Tapi juga kudu ati2. Ya, yang proporsional aja. Banyak hal-hal yang harus kita jaga. Dari mulai kritik tajam sampe fitnah...semua pernah saya alami. Kalau saya sendiri, kalo mo siaran, semua diniatkan dakwah, lillah ta'ala. Insya Allah lancar-lancar aja, kalau ada hal-hal yang nggak diinginkan, anggap aja ujian, tinggal kita-nya aja...bisa survive apa nggak. Sampai saat ini juga shinta blom bisa memutuskan gabung di radio swasta, selain karena waktu yang belum memungkinkan, disini juga belum nemu radio station yang sreg. Saya ingin radio station yng bisa membuat penyiarnya berkembang and ada banyak ruang-ruang untuk improve, bukan sekedar manut script.

Oya,nieh ada sample voice saya, sekalian di-upload disini. Ya, barangkali bos prambors buka blog ini n denger.he3 (ngimpi kali ye...bisa siaran duet sama Desta...:-) )

Read more ...
Sunday, September 28, 2008

Budaya Mudik.... " Buka Mata, Ini Nyata..Hanya di Indonesia"


Tingginya arus mudik di Indonesia merupakan fenomena yang khas kita lihat menjelang dan pasca Idul Fitri. Mulai dari kendaraan beroda dua sampai angkutan udara, semua penuh. Bahkan banyak juga orang yang rela berkorban demi bisa berkumpul dengan keluarga di hari raya. Nampaknya, filosofi jawa “mangan ra mangan sing penting ngumpul” masih melekat di jiwa orang Indonesia.

Lepas dari semua hal negative yang ada seputar mudik, saya rasa budaya mudik merupakan suatu hal yang patut dibanggakan juga. Ditengah pesatnya teknologi komunikasi, kita masih bisa menghargai arti sebuah silaturahmi dengan face 2 face. BAyangkan saja, di era sekarang, jangankan yang satu Negara, lain benua pun bisa berkomunikasi dengan mudah via telpon ataupun internet. Tapi memang ada suatu rasa yang berbeda saat kita bisa bertatap muka dan menjabat orang-orang terdekat kita. Apalagi yang misalnya sudah lama tidak berkumpul bersama keluarga.
Namun, memang akan tidak menjadi baik jika budaya tersebut disikapi dengan berlebihan. Hanya karena gk punya dana mudik, dibela-belain naek motor..padahal yang mo ikut mudik seabrek. Walhasil, sering kita liat di tayangan-tayangan info mudik, anak-anak kecil dijejalkan begitu saja dnegan naik motor untuk diajak mudik. Kecelakaan lalu lintas meningkat, kemacetan dimana-mana, hingga berkilo-kilometer dan memakan banyak waktu. Memang nilai silaturahmi tidak bisa dibandingkan dan diganti dengan apapun, namun terkadang kita perlu bersikap rasional juga menyikapi hal ini.

Ternyata bukan semua orang pula bisa menghargai arti silaturahmi. Kadang ada juga keluarga yang enggan mudik dengan alasan “ribet” dan macem-macem... padahal secara ekonomi dia mampu untuk menengok kampung halaman berbagi kisah dan semangat pada orang-orang kampung. Malah orang-orang kaum urban yang cenderung ada di kelas ekonomi bahwah, yang dibela-belain mudik. Hemh....ternyata ditengah-tengah kesadaran akan nilai silaturahmi masih hidup juga sikap-sikap pongah ala malin kundang yang enggan mengakui kampung halamannya. Subhanallah...begitu adil dunia ini Kau ciptakan!!!

Dulu waktu SMA, saya beberapa kali mengikuti program posko mudik bareng sama polresta Tegal. Wah..benar-benar pengalaman yang mengesankan. Pernah jaga di pantura, stasiun, terminal, dan pasar. Banyak kenyataan yang saya liat yang penuh dengan pelajaran. Malam lebaran pernah saya lalui bersama para pedagang di stasiun. Makan di samping gerbong kereta yang berjalan dengan cukup bising. Sungguh...ada sisi lain yang harus kita lihat untuk bisa membuat cara pandang kita luas. Bahwa hidup ini adalah perjuangan. Bahwa hidup ini adalah sebuah pencarian. Dunia bukanlah sebuah comfort zone....

Yeah..cerita tentang mudik-nya bagi2 ntar aja deh... sekarang nta lg mo siap-siap mudik nieh.... Setelah sekian bulan nggak pulang kampung..he3...

Met Mudik...

Oya, fenomena mudik seharusnya juga bisa jadi bahan evaluasi buat penerintah khususnya di bidang perhubungan. Wilayah Indonesia yang sangat majemuk berkonsekuensi pada tingginya tingkat mobilitas masyarakat. So, perlu ada langkah-langkah progresif di bidang perhubungan. Bravo Indonesia!!!

Read more ...
Wednesday, September 10, 2008

ASET INTELEKTUAL UNTUK PEMBANGUNAN PERTANIAN YANG KOMPREHENSIF

Dalam atmosfer semangat 63 tahun proklamasi kemerdekaan NKRI serta satu abad kebangkinan nasional dan satu dasawarsa reformasi, sudah sepatutnya kita mencoba refleksi dan evaluasi pada perkembangan bangsa ini. Sebagai Negara agraris, kita memiliki potensi alam yang dibanggakan. Tentu saja bukan sekedar kebanggan tanpa tindak partisipatif. Kebanggaan yang seharusnya dapat menjadi motivasi untuk menunjukkan karya kita misalnya di dunia pertanian. Potensi pertanian merupakan salah satu lahan garap yang harus kita optimalkan. Potensi pertanian Indonesia dalam arti pengertian pertanian yang seluas-luasnya antara lain pertanian sawah, buah-buahan, sayuran, palawija, perkebunan, peternakan, perikanan air tawar dan laut, hutan, dan lain sebagainya. Selama ini kita mungkin menganggap pertanian dalam artian sempit seperti aktivitas menanam padi di sawah. Pertanian, menurut Andi Hakim Nasution (1990) adalah suatu usaha untuk mengadakan suatu ekosistem buatan yang bertugas menyediakan bahan makanan bagi manusia. Kebutuhan pangan manusia tidak hanya unsur karbohidrat yang berasal dari beras akan tetapi membutuhkan zat-zat lain untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi. Kebutuhan akan gizi dan nutrisi contohnya buah-buahan dan sayuran yang dapat memenuhi kebutuhan vitamin, hewan ternak dan ikan yang dapat memenuhi kebutuhan protein hewani.
Kondisi pertanian Indonesia yang masih terbilang “maju-mundur” merupakan sebuah paradoks dengan esensi pertanian sebagai kebutuhan pangan masyarakat. Mungkin memang tak dapat dipungkiri bahwa kultur konsumtif Indonesia mempengaruhi degradasi perkembangan kondisi pertanian di Negara ini. Budaya untuk bekerja dan berkarya alias mental produktif masih terbilang rendah pada masyarakat kita. Sebagai upaya strategis, kita perlu melakukan pembenahan baik di bidang teknis maupun cultural tersebut. Untuk menumbuhkan mental produktif, jalur pendidikan merupakan media yang sangat strategis. Program-program pendidikan di bidang pertanian seharusnya mampu membekali jiwa produktif peserta didik sehingga orientasi pendidikan akan condong pada kekaryaan dibanding sekedar sebagai obyek lingkungan kerja. Ada dua definisi dalam sebutan mahasiswa pertanian. Pertama, mahasiswa yang secara status akademi belajar di program studi bidang pertanian, yang kedua yaitu mahasiswa yang baik secara langsung maupun tidak langsung memiliki konsentrasi dalam memperbaiki sektor pertanian atau industri berbasis pertanian. Jadi bisa dibilang juga, seluruh mahasiswa adalah mahasiswa pertanian. Dengan kata lain bahwa seluruh mahasiswa Indonesia harus menjadi mahasiswa pertanian, karena Negara kita adalah Negara agraris dengan memiliki potensi pertanian yang besar. Karena pada hakekatnya mahasiswa tidak lagi mendapatkan ilmu akan tetapi mahasiswa harus menemukan ilmu. Spesifikasi berwawasan global, itulah yang dibutuhkan oleh mahasiswa Indonesia. Tentunya mahasiswa yang bergelut di bidang ilmu pertanian sudah menjadi sebuah idealismenya untuk membangun pertanian Mahasiswa sebagai aset intelektual berperan sebagai penggali dan pengolah potensi Negara dengan bekal ilmu dan karakter intelektual yang dimilikinya. Ibaratnya, mahasiswa adalah asset penggerak mekanis sehingga energi potensial kita dapat termanfaatkan dengan baik. Kalau sebuah Negara memiliki potensi industri yang besar tentu saja asset intelektualnya adalah mahasiswa industri dan semua mahasiswa di negara tersebut adalah mahasiswa industri. Kembali ke pertanian, tiap mahasiswa pertanian memiliki sebuah tanggung jawab dalam pengembangan dunia pertanian dengan basic ilmu masing-masing. Sehingga pertanian kita dapat menjadi pertanian yang komprehensif bukan sekedar brandimage bahwa pertanian adalah sebatas aktivitas menanam padi.
Fenomena yang terjadi pada mahasiswa pertanian adalah menurunnya minat peserta didik pada program studi pertanian. Hal ini perlu ditindaklanjuti dengan serius dengan evaluasi serta solusi yang strategis. Dalam dunia pendidikan di Indonesia, total terdapat 30 jenis program studi yang berhubungan dengan pertanian dan peternakan. Menurut data pada Kompas (1/8/08), pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) tahun 2008 menyisakan sebanyak 2.894 bangku kosong melompong dialami oeh jurusan pertanian dan peternakan di 47 PTN atau 45% dari total bangku yang tersedia itu kosong.
Pencitraan lulusan pertanian cukup berpengaruh terhadap kondisi ini. Lulusan sarjana pertanian lebih banyak kerja di bidang social disbanding mengembangkan dunia pertanian. Menurut asumsi dikti, sarjana atau ahli madya pertanian, perikanan dan peternakan, 85% justru bekerja menjadi sales obat-obatan atau marketing barang-barang elektronik dan sejenisnya. Ada disorientasi pendidikan. Bekal ilmu yang dienyam di bangku kuliah hanya dianggap sebagai ardware saja tanpa aplikasi lebih lanjut. Diperparah juga dengan orientasi pendidikan tinggi sebagai pabrik buruh, bahwa kuliah itu untuk cari kerja. Mindset mahasiswa Indonesia adalah mindset seorang pencari ijasah dan kerja.
Kesadaran bahwa pertanian merupakan sektor yang menjanjikan bagi masa depan diri maupun bangsa secara keseluruhan masih rendah. Kegiatan-kegitan kemahasiswaan yang digelar hampir di semua perguruan tinggi pertanian hanya sebagian kecil saja yang mencerminkan lembaga kemahasiswaan pertanian. Kegiatan-kegiatan kemahasiswaan lebih didominasi oleh kegiatan-kegiatan musik, hura-hura yang sia-sia, seni, seminar psikologi, training jurnalistik dan lain sebagainya. Di Fakultas Pertanian UNSOED misalnya, sejauh pengamatan, ketertarikan mahasiswa di bidang pengembangan pertanian masih terbilang rendah. Pertanian hanya dianggap sebagai satuan kredit mata kuliah yang harus mereka tempuh. Mahasiswa di prodi pertanian saja masih low awareness, apalagi mahasiswa pertanian dalam arti luas (seluruh mahasiswa Indonesia). Padahal jika mau mewujudkan pembangunan pertanian yang komprehensif, semua asset intelektual berkontribusi di bidangnya masing-masing, misal bidang politik yang nantinya akan berperan dalam decision maker mewujudkan prioritas pada kebijakan pertanian, bidang hukum juga dapat lebih mengatur kondisi pertanian, bidang kesehatan dapat memberikan sumbangsih inovasi pangan dan korelasinya terhadap kesehatan individu. Jika kondisi seperti ini tidak dicoba dibudayakan maka tak heran jika yang muncul adalah pembangunan di bidang pertanian sekedar menjadi jargon atau kamuflase politik belaka.

Shinta Ardhiyani U, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Komisariat Pertanian Universitas Jenderal Soedirman periode 2008/2009. Alamat secretariat : Perum Pabuaran no.1 Purwokerto.



Read more ...