Pages

Tuesday, March 06, 2012

SAMPUL


#CatatanRingan


Meski mencintai buku, saya mungkin bukan termasuk orang yang cukup telaten untuk merawatnya. Namun untuk sekedar memberikan sampul pada buku, tentu saja itu tak perlu membutuhkan sebuah ketelatenan yang tinggi. Begitu pula yang kulakukan terhadap buku-buku yang kumiliki. Kerap kali merasa ada yang mengganjal di mata ketika barisan buku di rak terlihat “telanjang” tanpa sampul. Teringat pula ketika bulan lalu sempat  salah satu buku saya kondisi halaman mukanya menjadi sangat “mengenaskan” setelah terjebak hujan dalam perjalanan hendak ke Purwokerto. Halaman depan buku itu yang berwarna biru gelap buku menjadi memiliki banyak aksesoris putih karena terkelupas di sana-sini akibat terciprat hujan.

Demi mengingat bahwa musim hujan tahun ini akan panjang, dan saya kerap membawa buku kemana-mana, sore tadi kusempatkan mampir ke toko buku untuk membeli sampul plastik gulungan. Hari minggu kemarin saya sempat juga mampir ke swalayan kampus, tapi ternyata disana tidak tersedia sampul yang aku maksud. Maka sore tadi kusinggahi salah satu toko buku waralaba yang terkenal dengan “diskon”nya dan pelayanan penyampulan buku. Sayang sekali, gadis penjaga toko buku itu menyampaikan bahwa persediaan sedang kosong. Ya sudahlah, di toko buku itu malah akhirnya saya beli satu novel baru.hehehe. Namun, dewi fortuna rupanya masih menyertai aktivitas ngabuburit saya kemarin sore. Ketika perjalanan pulang dan turun hujan lebat, saya masuk ke koperasi unsoed, dan ternyata disana tersedia sampul plastik gulungan yang dicari-cari, bingo!!! :p

Sampul buku memang banyak jenisnya. Saat SD dulu kita mungkin mengenal sampul coklat yang dicetak khusus untuk buku ukuran standart. Sampul coklat itu biasanya dilengkapi kotak untuk mencantumkan identitas. Saya paling ingat adalah di sampul coklat itu ada kata-kata mutiara seperti : “Rajin Pangkal Pandai, Malas Pangkal Bodoh”.hehehe. Entah saat ini di sekolah-sekolah dasar masih adakah aktivitas untuk memberikan sampul coklat pada buku ulangan. Biasanya hari-hari pertama di awal caturwulan atau semester aktivitasnya adalah memberikan sampul pada buku-buku tulis pribadi yang digunakan untuk setiap ulangan harian.

Read more ...
Saturday, March 03, 2012

Maret, Maret, Maret!! Semangat!

Oke, sakitnya sudah cukup. Saatnya bangkit kembali. Sepekan lebih banyak istirahat di kamar membuat saya sangat merasa bosan. FYI, saya terkena gejala thypus dan juga infeksi/pendarahan lambung. Tapi, sekarang sudah mulai membaik kok, atas doa semuanya.

Dan...tiba-tiba saja sudah bulan Maret. Yang pasti urusan di radio yang menumpuk harus segera diselesaikan dalam tempo sesingkat-singkatnya. :D

Kemudian agenda yang ingin dihadapi di bulan Maret : pengen ikut lomba baca puisi piala Piek, apply GYCS 2012, nunggu pendaftaran PPAN jateng, nulis essay, belajar cerpen, acara KAKI, rumah menulis, proyek buku biografi. Itu dulu deh buat bulan maret. Cukup padat kan??
Semangat lah!  ^_^.


Sepotong liriknya SO7 yang Pasti AKu Bisa menemani semangat awal maret ini. BISA! Insya Allah.. ^_^



Shinta arDjahrie
Senja di Kantor lazis, 3Maret 2012.
Read more ...
Friday, February 24, 2012

HUGO

 “I like to imagine that the world is one big machine. You know, machines never have any extra parts. They have the exact number and types of parts they need. So I figured if the entire world was one big machine, I couldn’t be an extra part. I had to be here for some reason. ” (aku membayangkan bahwa dunia ini seperti sebuah mesin besar. Kamu tahu, mesin tak pernah mempunyai komponen tambahan. Mereka hanya memiliki komponen yang mereka butuhkan. So, aku membayangkan bahwa dunia ini adalah mesin besar, dan aku bukanlah komponen tambahan. Aku ada disini untuk sebuah alasan)
Entah kenapa saya selalu suka dengan aksi seorang Asa Butterfield. Apalagi lawan mainnya di film Hugo ini juga tak kalah ciamik, ada Chloe Ghretz Moretz. Menjadikan kemasan film petualangan fantasi 3D ini menjadi layak untuk ditonton. Bahkan menurutku durasi film yang cukup panjang hingga lebih dari 126menit ini tidak terasa.
Selama ini orang tak tahu bahwa Hugo Cabret (Asa Butterfield) tinggal diantara relung-relung dibalik dinding stasiun kereta api di kota Paris. Setelah ayahnya meninggal, ia dibawa pamannya yang bekerja membetulkan dan menggerakan detak jam di stasiun kereta api. Ternyata Hugo ditinggal sendiri dan sang paman tak pernah kembali. Sebelum meninggal, ayah Hugo (Jude Law) meninggalkan sebuah robot bernama automaton. Robot itu ditemukan di museum tempat ayah bekerja. Mereka berdua berusaha membetulkan automaton supaya dapat berfungsi kembali. Namun, ayah Hugo keburu meninggal dan Hugo berusaha memperbaikinya sendiri.
Dari automaton itulah, petualangan dalam film ini dimulai. Fil
Read more ...
Thursday, February 23, 2012

The Rum Diary : Sebuah Catatan Kecil Tentang “Independensi”



Lingkaran nyaman memang melenakan dan orang harus keluar dari wilayah itu jika mau berkembang. Itu yang menjadi latarbelakang dari seorang Paul Kemp (Jhonny Deep). Sebenarnya saya nggak suka ngliat adegan pertama ketika Jhonny Deep tampak kucel dan mabuk berat. Itu kesan pertamaku waktu nonton film ini.hehe. Oke, tapi itu bisa kumaklumi, dari judulnya saja “the rum diary”. Rum adalah jenis minuman keras yang terkenal di wilayah barat sana. Buku harian dari sebuah minuman keras?? Hemmh.., menarik!

Tapi awal mula yang membuat menarik sebenarnya bukan itu. Bahwa film ini diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama karya Hunter S.Thompson, seorang jurnalis dan novelis Amerika. Novel ini juga disebut-sebut sebagai alter ego dari Hunter. Menceritakan seorang Paul Kemp yang bosan dengan hiruk pikuk NewYork dan menuju ke Puerto Rico dan melamar sebagau jurnalis di harian San Juan Star yang dipimpin oleh Letterman (Richard Jenkins). Film ini mengambil setting tahun 1960, dimana Amerika Serikat dipimpin oleh presiden Dwight D.Eisenhower. Berbagai intrik politik dan pergerakannya membuat Paul menjadi jengah dan memilih ke Puerto Rico.

Bersama rekan kerjanya, Bob Sala (Michael Rispoli), Paul berkenalan dengan Hal Sanderson (Aaron Echkhart). Hal adalah mantan jurnalis San Juan Star yang kini telah beralih profesi sebagai pebisnis handal. Paul kemudian karena beberapa kejadian terpaksa masuk ke ajakan kerjasama Hal untuk membuat sebuah tulisan yang terkait untuk mendukung bisnisnya. Tentu saja semua itu ada di jalur ilegal.

Ketidakkonsistenan kisah, atau memang kisahnya yang terlalu banyak disajikan, film ini menjadi agak semrawut untuk dinikmati. Mungkin prosed adaptasi dari novelnya yang belum selesai. Untuk urusan acting, siapa yang meragukan Jhony Deep, walaupun masih terlihat karakter ia saat bermain di film franchise Pirates of The Carribean  dulu. Hehe. Untuk yang lainnya ya standart, hanya saja memang karakter tiap tokoh tidak tergali dalam. Itu sangat disayangkan. Tapi jadi penasaran untuk baca novelnya...hehe.

Read more ...

Ketika Setan Dilecehkan




#catatanRingan


Berawal dari sebuah keisengan dan penasaran yang biasa saja. Saya lagi pengen tau tentang “sundel bolong”. Sebenarnya saya bukan orang yang suka hal-hal mistis seperti itu. Tapi bahwa kisah-kisah itu muncul dan berangkat dari pemahaman masyarakat, itu menarik. Kebetulan pula, seorang sahabat saya berkunjung dan bermalam di kota ini. Dia sudah paham akan ide-ide gila saya, kemudian dia mengusulkan untuk nobar film bertemakan itu. . Satu film tentang “legenda sundel bolong” arahannya Hanung Bramantyo sempat saya cari file-nya, ternyata kemarin nihil. Hasilnya, saya malah membawa beberapa film aneh khas indonesia, salahsatunya adalah “Kuntilanak Kesurupan”. Ya, saya pun sempat ngakak saat membaca judul film tersebut. Ya sudahlah, yang pasti  malam tadi , kami punya hal yang bisa “ditertawakan”.

Setiap saya mengajak teman untuk nonton film bergenre horor, ada beberapa perjanjian yang biasanya saya tawarkan, salah satunya “tidak boleh takut”, ketika ada pada adegan yang menyeramkan, kita harus tertawa lepas!!! Dan ternyata , film horornya indonesia memang full  komedi. Lha, sekarang dimana lagi kita bisa menemukan adegan “kuntilanak dikentutin”, ya cuma di film horor indonesia, iya toh?.

Read more ...
Thursday, February 16, 2012

SYUKUR TANPA SYARAT

“Cinta yang menang. Cinta selalu menang" ( Mitch Albom, Tuesdays with Morrie)

Tak mudah untuk mencari bagian yang tepat untuk mengawali kisah dalam tulisan ini. Sama saja dengan susahnya mencari awal apa yang sebenarnya membuat saya terlibat dalam acara  di hari minggu kemarin. Mengenal pak Suci tentunya bukan sesuatu yang baru untukku. Mengikuti launching bukunya menjadi hal yang selalu coba diagendakan. Dari novel pertama pak Suci hingga sekarang saya selalu menghadiri launchingnya. Dari pendopo sebayu sampai TIM Jakarta, tempat buku-buku beliau dilaunching , saya mengikuti. Lepas dari masalah analisa karya-karya beliau, apresiasi saya ke Pak Suci memang cenderung subyektif. Ada beberapa kedekatan yang mungkin terkait keluarga besar smansagal, yang ruang ini tak tepat untuk menceritakan detailnya. Intinya, menjadi hal yang “sudah sepatutnya” ketika saya terlibat dalam peluncuran buku “Lolong, Lelaki Lansia” karya terbaru dari pak SN Ratmana.

Saya juga tak tahu persis jika ditanya sebenarnya siapa saja panitia acara kemarin. Tanpa susunan panitia yang jelas, tanpa koordinasi yang mencukupi, tanpa waktu dan sarpras yang memadai, maka kata “mambrah-mambrah” sebenarnya cukup tepat untuk menggambarkan kondisi pra-acara.

Banyak kisah warna-warni perjalanan persiapan launching.  Bahkan hingga pagi di hari H, kami tak pernah tahu bagaimana nanti caranya membayar biaya snack. Hehe. Kami masih tak tahu bagaimana nasib makan pagi, makan siang dan makan malam untuk pembicara dan panitia. Kami masih tak tahu mas Kef mau pulang ke Jakarta naek apa. Luar biasa kacau. Tapi, siapa duga, siapa sangka, semua berjalan teramat lancar. Entah fakta yang diluar logika, atau memang keterbatasan kami saja yang tak mampu menduga segalanya.
Read more ...

Kutipan Hujan Senja Ini

Mentari masih lumayan terik. Namun kehangatannya tak merusak  sensasi segelas jahe susu yang disuguhkan untukku siang tadi.  Entah apa yang ada di pikiran ibu Rosidah (40) saat melihatku cukup bersemangat menyeruput jahe susu. Ia mungkin tak tahu bahwa antusiasku pada jahe susu bukan karena haus melainkan sebuah resonansi  dari semangat  obrolan siang itu.

Ibu Rosidah  adalah sepupu dari  ibu Nasem (55). Saat siang tadi  kami sampai ke kediaman ibu Nasem, kami justru bertandang ke rumah ibu Rosidah —yang lokasi rumahnya berhadap-hadapan--  karena memang beliau yang menyambut. Bu Nasem dan suaminya – pak Mustajab (58)— tak mampu menyambut kami. Jangankan untuk menyambut, berdiri saja sudah tak sanggup . Ya, Pak Mus dan Bu Nasem adalah pasangan suami istri yang kini sedang diberikan cobaan dengan mengalami lumpuh  pada sebagian organ tubuh. Pak Mus tak mampu menggerakan bagian tubuh sebelah kiri dan bu Nasem juga hanya bisa duduk berselonjor karena kedua kakinya tak mampu digerakan.

Sekitar tiga bulan lalu,  sosok pak Mus adalah laki-laki  gagah yang melakoni pekerjaan sebagai penderes nira. Setidaknya tiga tahun terakhir, pak Mus masih menjadi kepala keluarga yang menunaikan  tanggungjawabnya. Hingga suatu pagi  ketika bangun tidur,  tubuhnya tiba-tiba tak mampu digerakan. Ia mencoba berdiri namun malah jatuh terjerembab ke sisi kiri.  Sejak hari itulah ia absen sebagai penderes nira. Beberapa pekan sesudahnya, sang istri turut merasakan chemistrypenderitaan suami hingga akhirnya ia pun tak mampu menggerakan kedua kakinya.
Read more ...

Dari Bongko Hingga Blendung


Sabtu adalah harinya lari pagi. Kali ini sendirian dan di kampung halaman. Karena saya juga punya janji akan mengunjungi rumah seorang sahabat, maka saya mengarahkan rute lari pagi ini ke arah selatan. Ba’da Shubuh masih malas-malasan, kemudian menemani adik mengerjakan PR, dan baru pada pukul 5.20 saya siap untuk lari pagi. Kesiangan ya??hehehe.

Setelah jalan sambil pemanasan, saya baru benar-benar lari ketika masuk ke beberapa ruas terakkhir Jalan Cempaka hingga rel kereta api jalan Sultan Agung. Selepas itu saya hanya jalan cepat hingga akhirnya santai saat sudah dekat dengan Pasar Kejambon. Entah kenapa perempuan itu memang punya insting untuk selalu pengen ke pasar. Buktinya setiap jalan atau lari pagi dan melewati pasar, saya sering mampir. Tentu saja kalau tak lupa bawa dompet..:D . Setelah masuk dan melihat-lihat isi pasar, saya menelpon kerumah dan menanyakan barangkali ada request , ternyata hanya menitip kue-kue, heemhh. Akhirnya langkah saya terhenti di salah satu kios yang menjual makanan tradisional, saya akhirnya membeli beberapa makanan berikut :

Read more ...

SISTERHOOD



Saya punya teman cewek banyak, walaupun jarang sekali saya pergi bareng teman-teman. Diantara mereka, ada beberapa sudah saya anggap sebagai sahabat yang menyenangkan. Berteman dengan cowok memang juga menyenangkan karena bisa mengasah logika kita, tapi berkumpul bersama teman-teman cewek itu ada sisi seru yang nggak bisa dinafikan.. Dan..pagi ini aku ingin menyapa mereka , inilah dia :

Ika. Ini sahabatku yang paling nyolot. Teman menggila dan mengawur. Tapi dia sudah pulang ke haribaannya, di tanah Karawang tercinta. Semoga tenang di sisinya ya cuy… sisi nyokap lo maksudnya…hehehe. Orang sunda yang nggak bisa munafik untuk mencintai Jawa. Cewek cuek tapi sebenarnya jaimnya tinggi. 
*Nggak usah muna deh lo!*
. Dia orang yang asyik buat diajak temenan walaupun kalau kenal pertama pasti keliatan judes. Emang tuh bocah kadang songongnya ngaujubileh.. Tapi lepas dari itu, dia sebenarnya orang yang care sama orang lain. Kebersamaan saya dan Ika..wuaaah, banyak banget. Dari mulai sering jalan bareng, share banyak hal, bikin karya ilmiah bareng (walaupun kalah yeee..:p), kegiatan bareng di masjid sampe nyolot-nyolotan., kita berdua udah ngejalanin itu semua. Aku bisa marahan sama ika tapi nggak bisa lama. Kadang ngrasa puas aja gitu ngomel-ngomel ke dia dan dibales sama kenyolotan dia. Tapi, kita orang yang nggak butuh ngeluarin banyak energi untuk hal-hal nggak perlu. Kenangan yang paling bikin ketawa adalah tentang “karung gula di tempat wudhu”. Saya nggak ceritain detail kejadiannya disini, tapi yang pasti kita bakal ngakak kalo inget itu. Lepas dari masalah saling nyolotnya kita, saya selalu berharap dan berdoa yang terbaik buat dia. Keep strugle, sista. 
J

Read more ...
Tuesday, January 31, 2012

LOLONG : Sebuah Rekam Jejak Sejarah di Satu Sudut Pantura


Agresi militer Belanda 1 tahun 1947 menyisakan banyak kisah yang terekam dalam pada setiap jengkal bumi pertiwi. Dari segala kisah yang ada diharapkan dapat menjadi pelajaran bahwa penjajahan itu hanya memberikan kesengsaraan.

LOLONG memang bukan sebuah kisah tokoh pahlawan terkenal atau yang tercatat dalam daftar pahlawan nasional. Ini adalah kisah sederhana mengenai keluarga seorang gerilyawan. Kisah tentang perjuangan sebuah keluarga yang menjalani masa-masa sulit, yang melakukan perjalanan dari Wonosobo hingga Pekalongan. Rekam jejak yang cukup menyentuh dan menyadarkan kita akan makna “pahlawan” yang sebenarnya.





Read more ...
Monday, January 30, 2012

Tasini Oh Tasini

Sesosok  wanita dengan balutan jilbab coklat mengambil posisi di depan dengan gerak-gerik yang cukup aneh. Ia masuk dalam formasi yang nampaknya sudah diatur sedemikian rupa.

Beberapa jenak berlalu, sang perempuan berjilbab coklat tersebut tampak sesekali tertawa melengking sambil menggendong sebuah kentongan bambu. Ia tertawa dan hanya tertawa saja, acuh dengan kondisi di sekitar.

Dari koor yang bergema, akhirnya kami menjadi tahu bahwa wanita itu adalah Tasini. Wanita yang memiliki perngorbanan luar biasa untuk melahirkan anak-anaknya. Disaat wanita lainnya harus merasakan indahnya masa-masa menjadi ibu hamil, Tasini adalah wanita yang harus menjadi gila hingga delapan bulan usia kehamilan. Entah berkorelasi atau tidak dengan gila-nya Tasini, anak-anak yang dilahirkan dari rahim perempuan itu kemudian menjadi orang-orang yang luar biasa.

Read more ...
Friday, January 20, 2012

Coretan Jumat


#SSM

Kemarin siang, ada pertanyaan dari seorang teman perempuan yang cukup menggelitik walaupun klasik. Tentang perempuan dan aktualisasi diri. Pertanyaannya, ketika kita—perempuan—sudah married ,  apakah kita boleh beraktualisasi di luar rumah atau tidak. Pertanyaan persisnya memang bukan ini, tapi yang pengen aku bahas di #SSM yang ini aja.Hehe.
Tiap orang tentunya punya jawaban masing-masing. Seperti yang sering banget saya sampaikan kalo lagi diskusi sama teman, bahwa tiap orang punya sensasi masing-masing dalam menjalani hidup. Sensasi ini bersifat kasuistik dan simbolik tidak bisa digeneralisasi. Sensasi-sensasi yang kita rasakan akan membentuk sebuah persepsi. Orang yang sedari kecil tinggal di pesisir pantai akan merasakan sensasi panas sinar matahari yang berbeda dengan orang yang tinggal di pegunungan.Nggak usah ribet-ribet deh , kondisi dingin menurut orang Tegal berbeda dengan orang Purwokerto, iya nggak ? Ini bukan masalah ukuran beberapa celcius, tetapi sensasi yang terekam di memori otak kita dan membangun persepsi. Tapi, sensasi dan persepsi ini bisa dibentuk karena manusia memiliki kemampuan adaptasi (pelajaran biologi SMP nih.hehe). Misalnya, saya yang punya rintis alergika alias alergi dingin.., harus punya cara menyiasati diri ketika tinggal di Purwokerto Utara yang cenderung lebih dingin. Selama kita mau membuka diri, manusia punya banyak kemampuan untuk survive, termasuk dalam lingkungan sosial.
Read more ...
Monday, January 16, 2012

Wiskul Tegal

Seharian kemaren aku banyak makan, *gemuk, gemuk, gemuk, yeiy!!* . Mumpung di Tegal, saya kemarin menyempatkan untuk wisata kuliner alias wiskul. Ada beberapa jenis makanan dan tempat makan yang saya kunjungi. Saya akan berbagi info beberapa review tempat makan di kota Tegal. Untuk di kabupaten Tegal, saya tidak begitu paham, hanya tahu beberapa saja tapi nggak tau kondisi terakhirnya, mungkin nanti nunggu ada yang mau nraktir.., *nglirik teman-teman di kabupaten* :D . Nah, ini jenis dan tempat makan yang saya kunjungi kemarin :

  1. 06.00 . Kupat bongkok Panggung. Makanan ini kemarin saya santap untuk sarapan pagi. Setelah ziarah ke makam ayah, saya dan adik jalan-jalan ke alun-alun dan pasar pagi dan saya mampir ke kompleks masjid panggung. Disana memang ada beberapa penjual kupat bongkok, tepatnya di sepanjang Jl.KH.Mukhlas. Harganya relatif murah, dari 2-3ribu rupiah. Makanan ini memang mengambil nama Bongkok, yaitu nama sebuah desa di kabupaten Tegal. Mengenai apa itu kupat bongkok, bisa disearch saja informasinya melalui mbah google. Banyak kok. Saya cuma mau kasih beberapa referensi tempat membeli kupat bongkok. Selain di Jl.KH.Mukhlas, saya biasa membeli juga di Jl.Serayu atau wilayah Kalimati. Oya, tidak semua orang doyan kupat bongkok, mungkin karena melihat bumbunya. Tapi, saya suka tuh :p.
  2. 09.00 . Mendoan dan Lengko Srigunting. Agak siang sedikit, sekitar pukul 9.00, saya pergi jalan bareng seorang sahabat. Saya merasa perlu meluangkan waktu untuk sahabat yang satu ini. Ia sahabatku dari SMP, kami berkenalan di PII. Dari satu group PIIwati yang dulu sering bareng, saya memang lebih sering berdua dengannya mungkin karena hanya tinggal dua orang yang senasib sepenanggungan sebagai happysingle !!yeiy!! *apa sih??*. (eh, tiga ding, *ina durung detung*..:p ).  Nah karena kebetulan dia juga dulu kuliah di Purwokerto, jadi ketika saya tawarkan beberapa pilihan tempat makan, dia langsung tertarik untuk menyantap mendoan hangat. Mendoan Srigunting cukup populer bagi yang sering nongkrong, apalagi ABG...:p . Lokasinya di Jalan Srigunting, kalau dari arah timur (Jl.AR Hakim) masuk ke pertigaan Srigunting, lurusssss saja, hingga beberapa blok sebelum pertigaan Jalan Merpati. Lokasinya di tepi selatan. Tempatnya sangat sederhana. Ada satu gerobak yang bertandakan “mendoan Banyumas”. Satu porsi tempe mendoan harganya 3ribu rupiah, berisi dua potong. Jadi satu potong mendoan harganya 1500. Yeah, bagi saya yang berdomisili di Purwokerto mungkin harga segitu rada mahal, karena tiap hari bisa sering ketemu mendoan dengan harga dibawah itu.hehe. Tapi ya agak wajar lah , kalau kita menghitung juga ongkos transportasinya. Lagipula, tidak semua orang mungkin paham teknik menggoreng mendoan. Heemhh..kapan-kapan saja saya ceritakan tentang mendoan ini, beserta referensi membeli mendoan yang masih mentah dan lain-lain. Tulisan tentang mendoan nunggu sponsor dulu ah.. *lirik bos sawangan* hahahaha. Oya, selain mendoan, di warung ini juga menyediakan berbagai macam jenis es juice.
Read more ...
Friday, January 13, 2012

Warung Penyetan


 Ada beberapa makanan yang saya biasanya berusaha menghindari , yaitu : ayam, lele, dan makanan-makanan yang ada di warung penyet. Kecuali lele, untuk dua jenis makanan yang lain idak 100% saya benar-benar menghindar. Tadi malam, saya ingin merasakan sensasi makan tempe penyet. Entah sudah berapa lama saya tidak pernah dateng ke warung penyet. Kayaknya gara-gara pas malam minggu kemarin ardina ngajakin ke SBC trus makan cah kangkung dan tempe kremes. Trus pas tadi malam kebetulan lagi lewat jalan kampus, mampir ke warung tenda di pinggir lapangan Grendeng. Disana pilihannya tinggal : ayam, lele, atau tempe-tahu. Ya, jelas aku bakal milih yang terakhir. Saya mendingan lapar daripada ditraktir makan lele. Ayam?? Wews, saya punya trauma dengan makanan ini. Sejak saya tinggal di Purwokerto, saya menemukan hal baru dalam “dunia makanan”. Mungkin karena baru jadi anak kos. Disini saya baru melihat dan merasakan ayam yang dimasak tidak benar-benar matang. Di Purwokerto, khususnya di daerah karangwangkal-grendeng banyak sekali warung ayam goreng, bakar, pinggir jalan ataupun rumah makan yang memasak ayamnya tidak benar-benar matang. Saya pernah suatu hari benar-benar muntah karena melihat masih ada darah saat makan ayam goreng . Semenjak itulah saya menghindari makan ayam. Jadi, saya berusaha gak makan ayam kecuali yang dimasak sendiri atau di tempat-tempat yang saya yakin masaknya baik dan benar. Nggak harus fastfood ya, soalnya disini juga ada restorang fastfood yang masak ayamnya menurut saya nggak mateng . Kalau lele, itu emang nggak doyan, itu sugesti sih sebenarnya, karena inget bagaimana lele berkembang biak. Tentang warung penyetan, nah ini yang pengen saya obrolin pagi hari ini.
Read more ...
Thursday, January 12, 2012

Belajar Dari Ternak

(ternak = anter anak.red)

Pagi tadi, seusai olahraga pagi, saya dimintai tolong untuk mengantar Sofi dan Sayyid ke sekolah. Kebetulan kalau ustadz Sofwan sedang keluar kota, saya memang sering dimintai tolong untuk itu. Bagi saya, aktivitas-aktivitas seperti ini punya kesan tersendiri. Mengantarkan anak ke sekolah. Tentu kalo sekarang bukan anak saya sendiri. hehe. Selain hal teknis seperti harus memboncengkan dua anak kecil dan tidak bisa ngebut.. :D , yang menarik bagi saya adalah ketika sudah sampai di sekolah. Saya bukan petugas antar jemput, jadi memang kewajiban saya bukan sekedar untuk mengantarkan anak sampai sekolah. Dik Sofi dan Sayyid (nuna) sudah seperti keluarga saya sendiri di Purwokerto ini, maka yang saya rasakan adalah saya harus benar-benar “mengantar” kedua adik tersebut. Selain menjaga keselamatan hingga sekolah, juga ketika sudah sampai di sekolah, sebaiknya jangan langsung ditinggal. Minimal kita benar-benar melihat si kecil sudah bertemu dengan guru yang akan menjadi orang tua sementara mereka di sekolah. Saya perlu benar-benar tahu bahwa Shofi ketika sudah sampai di TK Al-Irsyad, ia siap untuk belajar bersama teman-temannya, masuk ke sekolah dengan riang, dan guru-gurunya juga siap untuk menjadi orangtuanya selama beberapa jam kedepannya. Begitu juga dengan Nuna yang masih bersekolah di Paud, kalau ini saya perlu mengantarkan benar-benar sampai ruang kelas dan bertemu dengan guru-gurunya.

Aktivitas seperti ini membuat saya berpikir tentang peran orangtua dan sekolah. Pendidikan bagi anak-anak paling utama adalah di keluarga. Tidak berlebihan jika seorang ibu disebut sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya. Maka, institusi pendidikan seperti sekolah sebenarnya hanya bersifat membantu penyelenggaraan pendidikan secara formal diluar rumah, untuk membantu anak belajar bersosialisasi. Tanggungjawab ortu bukanlah menyekolahkan anak-anaknya, tapi memastikan bahwa anak-anaknya mendapat pendidikan yang tepat, salah satunya dapat berupa bentuk mempercayakan sekolah sebagai “partner” pendidikan. Dari mulai memilih sekolah hingga mereview aktivitas anak-anak di sekolah, merupakan bagian dari tanggungjawab ortu. Seperti setiap mengantarkan anak ke sekolah, itu adalah moment berharga bagi ortu untuk bisa meyakinkan putra-putrinya bahwa mereka masih dalam pengawasan ortu. Kecuali ada kendala teknis, mengantar / melepas anak ke sekolah haruslah menjadi waktu berharga seperti seorang ayah melepas anak gadisnya untuk dipinang. *halah, rada lebai yak*. Kalau saya punya anak dan nantinya harus sekolah diluar rumah (saya tentunya juga bisa nanti punya pilihan untuk homeschooling) , atau kalau sekolahnya terpaksa harus di lokasi yang jauh dari rumah, saya akan berusaha selalu standby untuk mengantarnya.

Read more ...
Thursday, January 05, 2012

(repost) Luqman, Ayah Yang Inspirasional


Kalau ada sesosok ayah yang namanya terukir sebagai nama surat dalam Al-Qur’an, maka Luqman lah orangnya. Lalu kalau namanya terukir karena kualitas didikannya pada anak-anaknya, kurang apalagi bagi ayah masa kini untuk mengambil inspirasi dari gaya mendidik Luqman Al-Hakim? Menurut Ibnu Katsir, sosok Luqman yang diceritakan adalah Luqman bin Anqa’ bin Sadun. Ada sebuah keterangan yang menyebutkan bahwa Luqman adalah sosok budak Habasyah berkulit hitam. Beliau pun bukan seorang Nabi. Abdullah bin Umar Al Khattab berkata :”Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya aku berkata bahwa Luqman bukanlah seorang nabi, tetapi seorang hamba yang dilindungi Tuhan, banyak bertafakur dan baik keyakinannya. Ia mencintai Allah dan Allah pun mencintainya. Karena itu ia dianugerahi hikmah kebijaksanaan.” (Mutafaq ‘Alaih). Sungguh pun begitu, ia mendapat gelar "Al-Hakim" karena kebijaksanaannya. Dan Allah swt sendiri yang mengatakan bahwa Luqman telah dianugerahi hikmah. "Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji"". (QS Luqman : 12)
Read more ...

#SenjaGalau :D

Senja ini aku masyuk berblogging ria. Dan aku larut dengan kisah-kisah teman-teman yang berprofesi di jurnalistik radio. Whuaaaaaaaa.. papa, aku pengen kerja di ABC (itu nama stasiun radio ya bukan kecap!! :p), atau di VOA, atau KBR deh kalo yang local. Tapi.., benarkah aku masih menyimpan segala mimpi itu? Mimpi untuk terbang, berkelana, berpetualang. Bukankah minggu-minggu kemarin sudah bertekad untuk menunda semua mimpi-mimpi itu? Bukankah seorang Shinta punya janji untuk benar-benar memperbaiki diri sendiri dulu, melakukan banyak hal untuk kakak, adik dan keluarga??. Bukannya pengen married dulu trus baru nerusin cita-cita??...
Ya..ya..ya.., aq pun tak lupa dengan janji itu. Aq cuma lagi mupeng aja.huhuhu. L

#senja galau
Read more ...
Tuesday, January 03, 2012

RHINOS SR

(tulisan ini sebenarnya pengen ngupas tentang obat jenis SR, tapi didahului sama curhatan dulu, jadi yang baca sabar ya..hehe)

Tiga hari kebelakang, saya terkena flu (lagi).  Yeah, sebenarnya sih sudah bisa diduga akan terjangkiti virus itu kembali karena hari-hari sebelumnya kondisi daya tahan tubuh memang menurun. Dua-tiga pekan terakhir adalah hari-hari yang sering membawa saya kepada kondisi underpressure. Apalagi di satu pekan terakhir, semua meminta cepat, semua meminta tepat. Sementara tangan saya hanya dua. Partner kerja yang ada hanyalah sebatas kerja teknis, tak mampu untuk diajak melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan konsep/ide. Padahal pekerjaan yang ada membutuhkan banyak ide kreatif. Sangat sangat membuat stress. Apalagi itu akhir bulan, masa dimana pundi-pundi rupiah juga dalam kondisi sekarat.  Akhirnya hari Kamis, grastitis alias maag saya kambuh. Sakitnya minta ampun. Ulu hati kayak ditusuk pake pisau tajam, perut mual, kembung, kaki terasa pegal, dan kepala pusing. Padahal waktu itu juga lagi shaum. Dalam kondisi seperti itu, saya harus siaran malam, karena ada program khusus yang menghadirkan tamu dari luarkota. Kalau maag hebat, makanan tidak bisa langsung masuk. Beberapa kali makanan malah saya muntahkan. Baru pada hari Jumat siang, bisa makan normal. Itu juga langsung beraktivitas seperti biasa, dan waktu itu kalau nggak salah, saya sempat terkena kipas angin yang lumayan kenceng, karena saya punya alergi ya udah langsung deh kena flu.
Read more ...
Monday, January 02, 2012

[repost] Sekolah tanpa Komputer bagi Anak Petinggi Silicon Valley: Keseimbangan dalam Domain Utama Pendidikan



"Silicon Valley terkenal sebagai tempat berkumpulnya perusahaan-perusahaan teknologi dunia. Namun, para petinggi  perusahaan-perusahaan di Silicon Valley justru menyekolahkan anak mereka di sekolah yang tidak memiliki komputer sama sekali di Waldorf School of The Peninsula".

Itu adalah sepenggal paragraf dalam media online (Kompas.com, 2 November 2011) yang saya peroleh dari perbincangan dalam milist mengenai pendidikan yang lebih disukai yang justru menghindarkan anaknya dari sekolah yang berbau komputer. Tampaknya memang aneh, di mana sekarang adalah era digital, justru di negara maju, para petinggi perusahaan tekonologi tersebut malah mengarahkan anaknya untuk bersekolah yang bernuansa sebaliknya.

No pain No gain..Begitulah sederhananya melihat bagaimana usaha orang tua mendidik anak-anaknya untuk mengejar cita-cita(ortu)nya serta pengorbanan anak dalam mengikutinya. Saya pribadi merasa sangat ngeri melihat pola belajar anak sekarang (di Indonesia) yang belajar dari pagi sampai sore bahkan malam. Belum lagi melihat anak kecil dengan tubuh mungilnya namun harus terbebani membawa tasnya dengan berbagai macam buku yang digunakan untuk sekolah, les mata pelajaran, les tambahan, belum lagi les-lesnya. Lantas kalau dipikir lebih dalam, kapan waktunya mereka untuk bersosialisasi dengan tetangganya, saudaranya, atau komunitas masyarakat lainnya. Seolah-olah tiada waktu kecuali digunakan untuk belajar terlebih sekarang sepertinya suatu kewajiban bagi anak untuk menambah jadwalnya mengikuti lembaga bimbingan belajar. Kalau mau jujur ini sebenarnya peningkatan budaya belajar atau menurunnnya kualitas pembelajaran di sekolah formal ketika LBB bermunculan bahkan mengalahkan upaya yang dilakukan oleh tenaga pengajar di sekolahnya sendiri. Hemhhhhh

Read more ...

Saat Pulang



Kenangan itu tiba-tiba datang,
Tepat sepersepuluh detik setelah kujejakkan kaki di kota kecil ini,
Tarian bayanganmu dengan cipratan gerimis yang meningkahi
Hingga aku tak kuasa untuk bicara panjang.

Kuiyakan saja tawaran pria separuh baya dengan becaknya
Aq sudah tak sanggup berpikir banyak.
Semua cukup menyentak di malam yang sepertinya penuh dengan ketidakwarasan.

Read more ...